DPRK Sabang Dorong Pangan Murah Jadi Instrumen Kendali Harga

  • 27 Feb 2026 00:08 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang- Ketua DPRK Sabang Magdalaina menilai Gerakan Pangan Murah (GPM) perlu ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam pengendalian harga kebutuhan pokok di Kota Sabang. Program tersebut dinilai tidak hanya berdampak langsung bagi masyarakat, tetapi juga penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Magdalaina mengatakan, DPRK Sabang melihat GPM sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan gejolak harga pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan dan momentum nasional. Dari sisi legislatif, pelaksanaan program ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pengawasan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dari perspektif DPRK, Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Ini instrumen pengendalian harga yang harus dijalankan secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Magdalaina Kamis 26 Februari 2026.

Ia menyebutkan, DPRK mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan GPM sebagai agenda rutin yang terintegrasi dengan kebijakan pengendalian inflasi daerah. Dengan demikian, program tersebut dapat lebih cepat merespons kenaikan harga di pasar.

Pelaksanaan GPM di Sabang yang digelar di beberapa titik dinilai sudah tepat sasaran. Penyebaran lokasi tersebut memudahkan akses masyarakat, sekaligus menjadi indikator bahwa kebijakan pangan harus hadir lebih dekat dengan warga.

Magdalaina juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, serta Perum Bulog dinilai perlu terus diperkuat agar distribusi pangan berjalan efektif.

“Legislatif pada prinsipnya akan terus mengawal kebijakan ini termasuk memastikan ketersediaan anggaran dan efektivitas pelaksanaan di lapangan. Tujuannya satu agar masyarakat terlindungi dari lonjakan harga pangan,” katanya.

Menurutnya politisi Partai Aceh itu, keberlanjutan Gerakan Pangan Murah juga berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Jika harga pangan stabil maka tekanan ekonomi rumah tangga dapat ditekan dan aktivitas ekonomi lokal tetap bergerak.

DPRK Sabang, kata Magdalaina, akan menilai perlu adanya keberlanjutan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara berkala. Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan lanjutan sehingga program pangan murah dapat berperan sebagai solusi berkelanjutan bagi masyarakat Kota Sabang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah kembali menggelar pasar murah menjelang Ramadan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga kecamatan di Kota Sabang dengan total 1.500 paket sembako yang disediakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....