Pengembangan Padi Gogo di Sabang Dinilai Strategis Perkuat Ketahanan Pangan
- 25 Feb 2026 05:22 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Ketua DPRK Kota Sabang, Magdalaina, mendorong pengembangan padi gogo sebagai salah satu strategi penting memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menilai Sabang memiliki potensi lahan kering yang cukup besar untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh petani lokal.
Padi gogo adalah varietas padi yang ditanam di lahan kering tanpa sistem persawahan beririgasi. Tanaman ini dikenal adaptif terhadap kondisi lahan tadah hujan dan perbukitan, sehingga cocok dikembangkan di wilayah yang tidak memiliki sawah seperti Sabang. Secara nasional, Pemerintah terus mendorong optimalisasi lahan kering guna meningkatkan ketahanan pangan dan memaksimalkan produksi beras lokal.
Menurut Magdalaina, kondisi geografis Sabang yang mayoritas lahan kering harus dilihat sebagai peluang pertanian. Selama ini, pasokan beras di Sabang masih bergantung pada wilayah lain seperti Aceh Besar atau Pidie Jaya karena hampir tidak ada sawah irigasi di Pulau Weh. “Kita tidak bisa hanya bergantung dari luar daerah. Lahan yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Magdalaina Selasa 25 Februari 2026.
Dia menilai penguatan sektor pertanian, termasuk melalui padi gogo sangat diperlukan untuk stabilitas harga dan kesejahteraan petani. Dengan produksi lokal yang meningkat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar semakin berkurang, sehingga pengendalian harga pangan bisa lebih terkendali dan tidak mudah fluktuatif di tingkat konsumen.
Data dari Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh menunjukkan bahwa potensi lahan marginal di Sabang masih cukup luas. Tahun 2025, pihak BRMP Aceh bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang telah melakukan pendampingan teknologi dan budidaya padi gogo seluas puluhan hektare guna mengoptimalkan lahan kering yang tersedia.
Wali Kota Sabang sebelumnya juga mulai menguji coba penanaman padi gogo di beberapa titik lahan petani, seperti di Cot Abeuk, Balohan, dan Ujong Seuke. Uji coba tersebut menggunakan varietas padi gogo unggul seperti Bridantara 08 dan padi gogo lokal dari Kabupaten lainnya seperti, Tangse dan Sigli.
Magdalaina menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan terutama dalam hal penyediaan bibit unggul maupun bantuan sarana produksi ataupun pelatihan teknik budidaya bahkan akses pemasaran hasil panen. Pendampingan teknis itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi gogo sehingga memberikan manfaat bagi petani.
Lebih jauh, ia berharap generasi muda mulai melirik pertanian sebagai sektor produktif dan berkelanjutan. “Pertanian harus dilihat sebagai peluang usaha yang menjanjikan, bukan hanya pekerjaan tradisional,” ujarnya.
Upaya pengembangan padi gogo diyakini akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kota Sabang dalam upaya mencapai kemandirian pangan serta menumbuhkan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan demikian, ketahanan pangan masyarakat Sabang akan semakin kuat menghadapi tantangan kebutuhan pangan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....