Transisi Energi Terbarukan Dinilai Penting Hadapi Perubahan Iklim

  • 23 Feb 2026 15:21 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Pemanfaatan energi terbarukan semakin menjadi perhatian global sebagai solusi dalam menghadapi krisis iklim dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Seiring berkembangnya teknologi ramah lingkungan, masyarakat didorong untuk mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan demi menjaga kelestarian alam serta menjamin ketersediaan energi bagi generasi mendatang.

Tren transisi energi bersih kini terlihat di berbagai negara yang secara bertahap mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Isu perubahan iklim (climate change) dan pemanasan global pun menjadi topik yang banyak diperbincangkan di berbagai kalangan karena dampaknya yang semakin nyata.

Hal tersebut disampaikan Analis Program Energi Baru Terbarukan, Mahasinul Fathani, ST, saat berdialog dalam program Green Radio RRI Banda Aceh dengan tema Energi Terbarukan dan Gaya Hidup. Menurutnya, dampak perubahan iklim telah dirasakan secara langsung, mulai dari peningkatan suhu bumi, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap keseimbangan ekosistem.

“Kondisi ini menuntut adanya langkah konkret untuk menekan emisi karbon. Salah satunya melalui pemanfaatan energi terbarukan serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fathani menjelaskan bahwa kebutuhan energi yang terus meningkat tidak lagi dapat sepenuhnya bergantung pada energi fosil. “Melihat tren energi saat ini, kita membutuhkan alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. Saat ini, pemenuhan energi masih didominasi oleh sumber energi fosil seperti batu bara, minyak, dan gas,” kata Fathani dalam program dialog Green Radio di RRI Banda Aceh, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menambahkan, energi terbarukan hadir sebagai solusi untuk menggantikan sumber energi konvensional yang selama ini digunakan. Urgensi pengembangan energi terbarukan terletak pada sifatnya yang lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan energi fosil yang menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca.

Upaya peralihan menuju energi bersih ini juga menjadi perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengimbau seluruh negara untuk segera meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Nationally Determined Contribution (NDC), yakni kontribusi nasional masing-masing negara dalam menurunkan emisi gas rumah kaca guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....