Melihat Aneka Minuman Takjil Ramadan di Sabang
- 23 Feb 2026 12:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Menjelang waktu berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah, suasana pusat jajanan takjil di Kota Sabang mulai dipadati warga. Aneka minuman segar berjejer di sepanjang lapak pedagang, mulai dari kelapa muda hingga es teler yang menjadi favorit masyarakat untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Di salah satu sudut penjualan, Bang Cek tampak sibuk melayani pembeli yang silih berganti datang. Tumpukan kelapa muda yang sudah dikupas menjadi pemandangan tersendiri, menandakan tingginya minat warga terhadap minuman alami tersebut.
“Alhamdulillah, beginilah suasana Ramadan ketiga ini. Kelapa insya Allah selalu ada,” ujar Bang Cek saat ditemui RRI Minggu, 22 Februari 2026
Ia mengatakan, selama Ramadan dirinya justru menurunkan harga jual untuk membantu masyarakat. Jika pada hari biasa kelapa muda dijual Rp10 ribu per buah, maka khusus Ramadan ia menjualnya seharga Rp8 ribu.
“Harga kita murah saja. Biasanya Rp10 ribu, Ramadan ini kita kasih Rp8 ribu,” katanya.
Tak jauh dari lapak kelapa muda, Bu Evi juga tampak kewalahan melayani pembeli es teler. Gelas-gelas plastik berisi campuran buah, santan, dan sirup manis tersusun rapi di meja jualannya.
“Alhamdulillah, ramai,” ujar Bu Evi singkat sambil terus menyiapkan pesanan.
Dalam sehari, ia mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp2 juta, dengan modal awal sekitar Rp1 juta. Meski demikian, ia menyebut tetap ada tantangan selama berjualan di bulan puasa.
“Barang ada yang naik, tapi harga kita tidak naik,” ungkapnya.
Menurutnya, menjaga harga tetap stabil menjadi salah satu cara mempertahankan pelanggan di tengah kenaikan sejumlah bahan baku.
Sementara itu, suasana pembelian takjil juga mendapat perhatian dari aparat keamanan. Babinsa setempat, Syahrial, mengatakan pihaknya bersama unsur kepolisian melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib.
“Nanti mendekati jam enam biasanya ramai. Dari kepolisian sudah siap-siap, setiap keramaian ada petugas yang mengatur lalu lintas,” jelas Syahrial.
Ia menambahkan, selama dua hari terakhir tidak terjadi kemacetan berarti di sekitar lokasi penjualan takjil.
“Sejauh ini tidak ada kemacetan. Pihak kepolisian rapi mengaturnya. Semua pihak ikut memonitoring perkembangan situasi masyarakat membeli takjil,” katanya.
Kehangatan suasana Ramadan di Sabang pun terasa lengkap dengan semangat para pedagang dan dukungan aparat keamanan. Di balik kesibukan menjelang berbuka, tersimpan harapan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil di kota paling barat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....