Pemko Dorong KTNA Sabang Perkuat Ketahanan Pangan
- 11 Feb 2026 17:28 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Wakil Wali Kota Sabang, Drs. Suradji Junus, mengajak seluruh anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sabang untuk memilih kepengurusan yang siap bekerja dan mampu memajukan program organisasi ke depan. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum pemilihan kepengurusan KTNA Sabang priode 2025- 2030, yang digelar hari.
Menurut Suradji, momen pemilihan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menentukan figur yang benar-benar memiliki komitmen. Ia menegaskan, yang terpenting bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan kemauan untuk bekerja dan menjalankan program yang telah dirancang demi kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Sabang.
Sebagai pemerintah daerah, Ia berharap para petani di Sabang dapat terus didorong melalui berbagai program, termasuk program perikanan. Ia mengakui, hingga saat ini Sabang masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
“Kenapa tidak kita lakukan di daerah kita sendiri dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada. Perlu kami tekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat," tegas Drs. Suradji Junus, Rabu 11 Febuari 2026.
Selain itu, Suradji juga mendorong pemanfaatan tanaman tabulampot atau tanaman dalam pot di pekarangan rumah, seperti cabai, tomat, kacang panjang, dan tanaman kebutuhan dapur lainnya. Menurutnya, pemanfaatan taman rumah secara sederhana dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan penyuluhan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Aceh, Junaidi, menegaskan bahwa ke depan KTNA Sabang harus lebih mandiri dari sebelumnya. Ia menyebutkan, kepengurusan di daerah bersifat swadaya, sehingga para pengurus, khususnya ketua terpilih nantinya, harus siap secara moril maupun materil dalam menjalankan roda organisasi.
"Dalam memilih pengurus tidak semata-mata melihat kepintaran seseorang, tetapi yang lebih utama adalah kemauan bekerja dan komitmen memajukan organisasi. Yang perlu kita soroti pentingnya perhatian terhadap sektor pertanian dan kehutanan di Sabang, termasuk petani hutan yang berada dalam pengawasan," kata Junaidi.
Ke depan, KTNA akan lebih fokus pada peningkatan produksi pangan, seperti beras dan sayuran yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan adanya pengembangan padi gogo di Sabang, Junaidi optimistis produksi pangan lokal dapat meningkat dan membantu menutupi kekurangan kebutuhan makanan petani di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....