Antusias Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan
- 26 Jan 2026 22:14 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Suasana di Kantor Samsat Sabang pada awal tahun 2026 tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah warga terlihat antusias mengurus administrasi kendaraan mereka, memanfaatkan kebijakan relaksasi pajak yang tengah digulirkan pemerintah.
Salah seorang warga Ihsan mengaku sangat terbantu dengan adanya program pemutihan ini. Ia sengaja datang untuk mengaktifkan kembali surat kendaraan yang telah mati selama lima tahun. Ihsan mengaku mengetahui informasi ini melalui spanduk pengumuman di jalan.
"Program kali ini sangat bagus dan meringankan. Saya punya kendaraan mati pajak lima tahun, tapi cukup bayar satu tahun saja. Harapan saya, kebijakan pro-rakyat seperti ini bisa terus berlanjut, kalau bisa cukup bayar pajak pokoknya saja tanpa denda," ungkap Ihsan Senin (26/1/2026).
Hal senada diungkapkan oleh Ismayadi, wajib pajak lainnya yang sedang mengurus administrasi kendaraan roda empat. Meski nilai pajak kendaraannya mencapai Rp4,2 juta, ia mengaku puas karena proses pelayanan yang cepat dan transparan.
"Alhamdulillah pelayanannya lancar dan nyaman, tidak ada antrean yang menumpuk di kantor Samsat. Saya dapat informasinya dari media sosial dan teman-teman. Harapannya ke depan pelayanan seperti ini tetap dipertahankan," ujar Ismayadi.
Merespons antusiasme tersebut, Kepala UPTD Pengelolaan Pendapatan Aceh (PPA) Wilayah XVII Sabang Nurzahri mencatat adanya tren positif pada awal tahun ini. Menurutnya, terjadi peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor hingga 20 persen dibandingkan periode reguler. Ia merincikan bahwa pemutihan kali ini mencakup pembebasan tunggakan pokok pajak, denda pajak, pajak progresif, hingga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kedua.
"Lonjakan ini dipicu oleh perpanjangan program pemutihan serta pemberian insentif Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang berlaku hingga 30 April 2026. Kebijakan ini tertuang dalam Pergub Aceh Nomor 25 Tahun 2025 sebagai bentuk relaksasi bagi masyarakat sekaligus upaya optimalisasi pendapatan daerah," jelas Nurzahri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....