Puluhan Ekor Tukik Dilepas di Pesisir Sabang

  • 24 Jan 2026 01:07 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam melepas sebanyak 82 ekor tukik atau anak penyu di kawasan pesisir Iemeule, Sabang, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian satwa laut langka. Kegiatan ini turut melibatkan kelompok pelestari penyu setempat serta masyarakat sekitar.

Wali Kota Sabang dalam wawancara bersama RRI menegaskan, bahwa penyu khususnya penyu sisik, merupakan satwa langka yang harus dilindungi bersama. Zulkifli menyebutkan bahwa penyu sisik saat ini hanya ditemukan di tiga provinsi di Indonesia, sehingga keberadaannya di Sabang menjadi aset penting yang wajib dijaga dan dilestarikan.

"Apresiasi kita kepada masyarakat Iemeule, warga Sabang, serta Kelompok Kompak yang selama ini berinisiatif menjaga dan membudidayakan penyu agar dapat tumbuh dengan baik. Upaya pelestarian ini harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar penyu tidak punah," ujar Wali Kota Sabang, Jum’at (23/1/2026).

Zulkifli juga mengungkapkan harapannya agar kawasan pantai tempat penyu bertelur dapat dilindungi secara permanen. Salah satu usulan yang disampaikannya kepada kelompok pelestari adalah pembangunan tugu penyu di depan jalan kawasan tersebut, sehingga tidak ada lagi aktivitas pembangunan jalan yang dapat mengganggu habitat penyu.

"Kedepan pelepasan tukik di pantai lain yang dinilai lebih teduh juga akan kita lakukan, seperti di kawasan Krueng Raya. Kami menilai pentingnya pembangunan tempat penangkaran penyu yang lebih layak agar proses penetasan dan perawatan tukik dapat dilakukan secara optimal," ucapnya lagi.

Zulkifli menambahkan, proses penetasan telur penyu yang membutuhkan waktu hingga 68 hari memerlukan penanganan khusus dan pengetahuan yang memadai.

Ia mendorong agar masyarakat dan kelompok pelestari di Sabang melakukan studi banding ke daerah-daerah yang telah berhasil dalam konservasi penyu, sehingga keberadaan penyu di Sabang dapat terus terjaga dan tidak mengalami kepunahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....