Amal Sedikit tapi Konsisten, Lebih Dicintai Allah
- 28 Mar 2026 20:28 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Konsistensi dalam beramal menjadi kunci utama menjaga kualitas ibadah setelah Ramadan. Hal ini ditegaskan Guru Besar Fikih UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Husni Mubarak A.Latief, LC, MA dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 27 Maret 2026.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meski sedikit.
“Khairul amali ma qalla wa dawam. Amal terbaik itu yang sedikit tapi berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena yang sering terjadi adalah semangat ibadah meningkat drastis saat Ramadan, namun menurun setelahnya. Padahal, yang terpenting adalah menjaga kesinambungan amal tersebut.
Ia mencontohkan kebiasaan membaca Al-Qur’an. Jika di bulan Ramadan mampu membaca satu juz sehari, maka setelahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan, misalnya satu atau dua halaman, namun dilakukan secara rutin. “Bukan cari waktu luang untuk baca Al-Qur’an, tapi harus meluangkan waktu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi diri tanpa merasa paling benar dalam beribadah. Seorang muslim, kata dia, harus berada dalam kondisi “harap dan cemas” terhadap diterimanya amal. “Kita tidak boleh memastikan amal kita diterima, tapi terus berharap kepada Allah sambil memperbaiki diri,” katanya.
Husni menyebut salah satu tanda amal diterima adalah ketika seseorang mampu melanjutkan kebaikan dengan kebaikan lainnya. Di tengah tantangan era modern, ia juga menekankan pentingnya penguatan akidah dan pemahaman agama sebagai fondasi menjaga istiqamah.
“Tanda amal diterima itu satu kebaikan diikuti kebaikan berikutnya. Misalnya setelah Ramadan, dilanjutkan dengan puasa Syawal atau ibadah lainnya. Minimal seorang muslim punya tiga hal yaitu akidah yang benar, ibadah yang sesuai dan menjauhi yang haram,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....