Memaafkan Bukan Sekadar Simbol, Tapi Proses Seumur Hidup
- 25 Mar 2026 09:51 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Memaafkan bukanlah hal yang instan, namun kenyataannya maaf itu bukan hanya sekedar simbol atau formalitas dari emosional saja tetapi juga sebuah proses yang panjang, mendalam dan terkadang berlangsung sampai seumur hidup. Memaafkan bukan sesuatu yang instan, rasa marah dan kecewa membutuhkan waktu untuk dipahami dan diterima, memaafkan juga bukan berarti melupakan, namun belajar untuk berdampingan dengan pengalaman tersebut.
“Memaafkan sesama tidak cukup hanya dengan berjabat tangan saat Idul Fitri, tetapi harus dilakukan secara tulus dari hati dan dijaga sepanjang kehidupan”. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Ma’had Darul Fattah, Ustadz Tgk. Fakhruddin Asmi dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh yang mengangkat makna silaturahmi dan saling memaafkan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jumat, 20 Maret 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa memaafkan adalah pekerjaan batin yang berat karena berkaitan dengan emosi dan ego manusia. Ia mencontohkan, seseorang yang telah memaafkan bisa saja kembali tersinggung jika kesalahan yang sama terulang, oleh karena itu, diperlukan kesabaran dan kelapangan hati untuk terus memaafkan, meskipun menghadapi karakter orang yang sulit berubah.
Menurutnya, memahami karakter orang lain justru dapat memudahkan seseorang untuk memaafkan dan tidak mudah tersulut konflik. Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri, karena setiap orang memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Manusia tidak ada yang sempurna, maka memaafkan harus menjadi kebiasaan dalam hidup,” katanya.
Ia menambahkan, memaafkan yang tulus akan membawa ketenangan batin, hingga seseorang tidak lagi mudah terpengaruh oleh perlakuan buruk orang lain. Ia juga mengajak umat Islam untuk menjaga keistiqamahan setelah Ramadan dengan terus memelihara hati yang bersih dan hubungan baik antar sesama.
Memaafkan bukanlah hal yang selalu mudah untuk dilakukan, di selalu cepat dan bukan perjalanan yang akhir. Pada akhirnya memaafkan bukan hadiah bagi orang lain tetapi hadiah yang paling berharga untuk diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....