Tanda-Tanda Mendapat Ampunan dan Keberkahan di Bulan Ramadan
- 23 Mar 2026 22:09 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Namun, tidak semua orang menyadari tanda-tanda apakah dirinya termasuk dalam golongan yang mendapatkan keutamaan tersebut.
Dalam dialog Kajian Islami yang disiarkan Pro 1 RRI Banda Aceh, Jumat 20 Maret 2026, Pimpinan Ma’had Darul Fattah, Ustadz Tgk. Fakhruddin Asmi, menjelaskan bahwa salah satu ciri utama orang yang memperoleh ampunan adalah meningkatnya kesadaran diri atau muhasabah selama menjalani ibadah puasa.
Menurutnya, evaluasi diri menjadi langkah awal menuju perbaikan yang lebih baik.
“Yang pertama adalah mawas diri, mengevaluasi diri. Artinya, kita tidak merasa sudah baik, tetapi terus melihat kekurangan diri,” ujarnya.
Selain itu, keberkahan Ramadan juga tercermin dari kesungguhan dalam menjalankan ibadah, baik secara pribadi maupun berjamaah. Ibadah tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan menjadi kebutuhan spiritual yang dijalani dengan penuh keikhlasan.
Ia menambahkan, tanda lain yang cukup nyata adalah hati yang menjadi lebih lembut dan mudah tersentuh. Bahkan, seseorang bisa menangis ketika mengingat dosa-dosa di masa lalu.
“Mudah menangis, walaupun tidak sedang berbuat dosa saat itu, tetapi teringat kesalahan di masa lalu. Ini tanda hati kita hidup,” katanya.
Lebih lanjut, orang yang mendapatkan keberkahan Ramadan juga akan merasakan kemudahan dalam melakukan kebaikan. Ia akan lebih senang bersedekah, membantu sesama, serta terdorong untuk terus meningkatkan amal ibadah.
“Senang melakukan kebaikan, dan kebaikan itu akan mendorong kepada kebaikan yang lain,” ujarnya.
Perubahan juga terlihat dari lingkungan pergaulan. Seseorang cenderung menjauhi lingkungan yang mengarah pada perbuatan maksiat dan memilih berteman dengan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan.
Menurutnya, kebiasaan buruk yang terus dilakukan dapat menyeret seseorang pada dosa yang lebih besar, sedangkan kebiasaan baik akan memperkuat keimanan.
“Jika terus bersama maksiat, akan terpancing kepada maksiat yang lain. Karena itu, carilah teman yang mengajak kepada kebaikan,” katanya.
Tanda berikutnya adalah sikap cepat bertaubat ketika melakukan kesalahan. Orang yang mendapatkan ampunan tidak akan menunda untuk kembali kepada Allah SWT dan memperbaiki diri.
“Jika melakukan dosa, segera benahi diri dan bertaubat kepada Allah,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa indikator paling penting adalah kemampuan menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan berakhir. Keberkahan yang diperoleh selama bulan suci seharusnya tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi orang yang berhasil, keberkahan ini bisa dibawa hingga setelah Ramadan, bahkan ke bulan-bulan berikutnya,” katanya.
Ia berharap umat Islam dapat terus meningkatkan kualitas ibadah dan mencapai derajat takwa sebagai tujuan utama Ramadan.
“Mudah-mudahan kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya dan mengalami peningkatan keimanan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....