Mengenal Fase Adaptasi Biologis Tubuh Selama Berpuasa

  • 15 Mar 2026 15:44 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. di balik sisi spiritualnya, tubuh manusia melakukan kerja keras untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan aktivitas. Secara medis, tubuh melewati tiga fase biologis selama 30 hari Ramadan.

“Dalam kita berpuasa, ada tiga tahap adaptasi biologis tubuh. Sepuluh hari pertama merupakan fase adaptasi dan detoksifikasi, kemudian fase peremajaan, dan terakhir fase stabilisasi” ujar Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K) Sub Sp.FER, Dokter Spesialis Obsgyn Konsultan Fertilitas, dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 21 Februari 2026.

Lebih lanjut, berikut ini penjelasan tiga fase/tahap biologis tubuh selama berpuasa:

1. Fase Adaptasi dan Detoksifikasi (Hari 1-10)

Sepuluh hari pertama sering dianggap sebagai masa yang paling berat. Hal ini karena tubuh sedang melakukan transisi dari kebiasaan makan rutin ke pola puasa. Pada fasee ini tubuh mulai membakar Cadangan energi dan memulai proses detoksifiaksi (pembuangan racun) alami.

2. Fase Peremajaan Metabolisme (Hari 11-20)

Memasuki fase kedua, tubuh biasanya sddah mengenal ritme puasa dan metabolisme tubuh mulai stabil. Pada fase ini, sistem pencernaan dapat beristirahata dengan lebih efisien, sehingga energi tubuh digunakan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, peradangan dalam tubuh menurun, dan kadar lemak serta kolesterol mulai seimbang.

3. Fase Stabilisasi dan Homeostatis (Hari 21-30)

Pada fase ini, tubuh mencapai titik homeostatis, yaitu kondisi keseimbangan internal yang optimal. Sistem imun cenderung meningkat, dan tubuh mulai terbiasa dengan pola makan baru. Banyak orang yang merasa justru lebih bugar dan bersemangat di sepuluh hari terakhir Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....