Puasa, antara Ikhlas atau Sekedar Kewajiban ?

  • 13 Mar 2026 18:30 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Puasa merupakan ibadah yang utama dan memiliki makna mendalam, dengan menahan lapar dan haus dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Namun demikian muncul pertanyaan apakah kita ikhlas melaksanakanya atau hanya sekedar melunturkan kewajiban.

Secara syariat berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi umat muslim yang berakal, baligh dan mampu menjalankannya. Kewajiban ini juga menjadi sarana dalam melatih diri untuk bersabar, jujur dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tgk. Wahyu Mimbar, S.Pd.I, M.Ag selaku anggota MPU Kota Banda Aceh menyebutkan, berdasarkan surah Al-Baqarah ayat 183, orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan dengan keridhoan ia akan terpatri dari niatnya. “Nawaitu orang berpuasa karena Allah dan karena ridho maka ia akan melaksanakanya dengan sungguh-sungguh karena ingin pengabdiannya kepada Allah SWT dengan berpuasa dijadikan sebagai ubudiyah kepada Allah, dan dengan tujuan ingin mendapatkan ridho Allah dan ridho melaksanakn puasa”, ujarnya Selasa 10 Maret 2026.

Lebih lanjut ia menjelaskan orang yang berpuasa dengan hati yang ridho, ia akan menjalani puasa akan terbebas dengan sesuatu hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, karena tujuan akhirnya adalah pengampunan dari Allah SWT. Namun bagi seseorang yang berpuasa karena terpaksa karena minimnya pengetahuan terhadap agama dan ayat-ayat Allah serta hadis Rasulullah.

“Ada anak-anak kita yang sudah baligh, dalam ia berpuasa karena takut dengan orang tua, terkadang ia sahur dirumah bersama keluarga, tapi diluar rumah ia melakukan perkara yang membatalkan pahala puasa”, tambahnya.

Keikhlasan tercermin pada perbuatan atau perilaku sehari-hari dalam berpuasa. Orang yang ikhlas menjalankan ibadah puasa akan berusaha untuk menjaga lisannya, melawan hawa nafsu, menahan amarah dan memperbanyak amal kebaikan.

Antara keikhlasan dan kewajiban, setiap kita mempunyai kesempatan untuk memilih untuk menjalankan ibadahnya. Jika ia menjalankan ibadah puasanya dengan hati yang tulus dan ridho, maka bulan Ramadan bukan hanya menjadi bulan menahan lapar dan haus saja tetapi akan menjadi bulan pembentuk dan penyucian jiwa yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....