Ini Tiga Aspek Penting Jihad di Bulan Suci Ramadan
- 04 Mar 2026 16:28 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Bulan Ramadan bukan sekadar ritual tahunan menahan lapar dan dahaga. Di balik rutinitas sahur dan berbuka, tersimpan sebuah esensi Ramadan sebagai medan perjuangan. Bagi umat muslim, bulan ini merupakan kesempatan emas untuk berjihad mengubah diri menuju yang lebih baik.
Ustaz Muhammad Yani, S. Ag., MA.Hk, Kepala KUA Sukajaya mengatakan bahwa banyak jihad bukan hanya sebatas perjuangan fisik dan mengangkat senjata. “Namun, di bulan suci ini, jiihad yang paling utama adalah mengendalikan diri sendiri,” ujarnya dalam Tausyiah Kalam Ramadan bersama RRI Sabang, Selasa 3 Maret 2026.
Lanjutnya, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 69. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang yang berbuat baik.”
Dalam konteks Ramadan, bentuk jihad ini terbagi menjadi tiga aspek penting, yaitu:
- Pengendalian Nafsu, menekan keinginan pribadi demi mengutamakan keridhaan Sang Pencipta
- Puasa Panca Indera, tidak hanya memuasakan perut, tetapi juga “memuasakan” lisan dari pada ghibah, dusta, dan adu domba.
- Konsisten (Istiqomah), menjaga ketaatan secara penuh dari fajar hingga terbenam matahari.
Ia juga mengungkapkan mengapa ibadah puasa merupakan ibadah yang begitu special. Hal ini terletak pada sifatnya yang sir (rahasia). Puasa adalah satu-satunya ibadah yang paling jauh dari sifat riya atau pamer. Hanya Allah dan individu tersebut yang tahu apakah ia benar-bear berpuasa atau tidak. Hal ini dipertegas dalam sebuah hadis Qudsi, yang berbunyi “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....