Hal-hal yang Merusak Ibadah Puasa
- 26 Feb 2026 16:16 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID – Sabang : Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan setiap muslim, yang telah memenuhi segala syarat. Agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT, penting untuk memahami hal-hal yang dapat merusak ibadah puasa.
Tgk. H. Baharuddin, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang, Kamis 19 Februari 2026 menjelaskan mengenai beberapa hal yang dapat merusak ibadah puasa yang dijalani. “Ada beberapa sebab yang dapat merusak ibadah puasa, kita sangat perlu untuk memahami benar tentang hal apa saja yang dapat membatalkan puasa, karena selama berpuasa umat Islam harus pahami untuk tidak sekedar menahan diri dari makan minum yang membatalkan puasa saja tapi juga dari hal lainnya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, karena makna puasa itu adalah imsak,” ujarnya.
Ia menuturkan hal yang dapat merusak ibadah puasa yang pertama yaitu memasukkan sesuatu ke dalam tubuh atau rongga yang terbuka. Makan dan minum secara sengaja merupakan hal yang paling jelas dapat membatalkan puasa, selain itu memasukkan sesuatu dari hidung atau organ tubuh lainnya, namun jika tanpa sengaja seperti tertelan air saat berkumur ataupun terhirup saat wudhu itu tidak membatalkan puasa.
Berhubungan suami istri di siang hari, selama Ramadan hanya diperbolehkan di malam hari saja. Muntah dengan sengaja, memasukkan makanan/minuman sehingga menyebabkan muntah itu membatalkan puasa, jikalau karna sakit/mual maka puasa tetap sah.
Tgk. Baharuddin menambahkan bagi wanita pada masa haid dan nifas tidak diperbolehkan/haram hukumnya menjalankan ibadah puasa, walaupun haid keluar saat mendekati waktu berbuka tetap puasanya batal. Mengeluarkan mani dengan sengaja, dengan cara-cara yang dicari sendiri seperti menghayal dan hal lain yang mengakibatkan keluarnya mani akan batal puasanya, maka daripada itu haruslah menjaga syahwat.
Lebih lanjut dijelaskannya hal lain yang merusak ibadah puasa orang dengan gangguan kejiwaan/gila. Murtad yaitu keluar dari agama Islam dan menggunakan obat-obatan kedalam tubuh melalui ruang terbuka, hal tersebut juga membatalkan puasa.
Selain mengetahui hal yang merusak ibadah puasa, Tgk. Baharuddin juga mengungkapkan perlunya menjaga pahala puasa yang dijalani, karena dalam menjalankan puasa tidak hanya menahan lapar saja, tetapi juga hindari hal yang membatalkan pahala puasa.
“Berkata dusta, berbohong, berkata yang tidak-tidak, itu sama saja tidak lagi berpuasa, hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Menggunjing/ghibah selama puasa juga perbuatan tercela yang dapat merusak ibadah puasa. Mengadu domba suatu perbuatan yang merusak hubungan silaturahmi, ini termasuk dosa besar”, kata Tgk. Bahar.
Selain itu mengumbar syahwat, bagi mereka yang suka memandang dengan cara yang tidak baik. Yang terakhir bersumpah palsu, yang tidak sesuai dengan kenyataannya/berbohong diatas kesaksian yang merugikan orang lain demi keuntungan satu pihak termasuk kedalam dosa besar.
Diharapkan untuk untuk senatiasa berkata baik dan jujur, perbanyak amal saleh satunya dengan bersedekah di bulan puasa ini berbagi kepada sesama dengan meniatkan untuk keluarga kita. “Marilah bersama-sama kita menjaga dan memperhatikan puasa yang kita jalani agar terhindar dari batalnya puasa atau hilangnya pahala puasa, semoga Ramadan ini membawa keberkahan untuk kita semua,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....