Keluarga di Harapkan Menjadikan Bencana sebagai Penguat Iman
- 22 Feb 2026 23:38 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Keluarga tangguh merupakan keluarga yang mampu bangkit dari berbagai tantangan hidup seperti bangkit dari keterpurukkan ekonomi, konflik keluarga atau bangkit dari bencana alam. Di balik semua musibah dan ujian itu datangnya dari Allah SWT, selalu ada ruang untuk tumbuh da menjadikan ini sebagai momentum dalam memperkuat iman dan meneguhkan harapan bersama keluarga.
Kepala KUA Susoh Aceh Barat Daya Ustadz Tgk. Roni Haldi, Lc mengatakan, Allah SWT memberikan musibah dan ujian bukan karena benci dan tidak peduli kepada hamba Nya, tapi menambah dan melipat gandakan pahala bagi hamba-Nya. “Salah satu nkmat yang di berikan Allah SWT dalam bulan Ramadan adalah berkumpulnya anggota keluarga dalam sahur dan berbuka puasa, keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun keluarga tangguh, dalam situasi yang sulit maka keluarga dan rumah adalah tempat kembali untuk mendapatkan dukungan, semangat dan penguatan”, ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Jum’at 20 Februari 2026.
Lebih lanjut ia menyebutkan, ketika kita sedang di uji walaupun dalam kondisi keterbatasan, yang dapat menguatkan kita adalah orang terdekat yaitu keluarga. Dengan momen di uji oleh Allah SWT maka kedekatan dan kertautan keluarga lah yang dapat meringankan beban berat dan hilang, inilah peran penting keluarga untuk saling menguatkan ketika menghadapi ujian hidup.
Dalam kesulitan, komunikasi adalah fondasi dan kunci utama untuk saling mendengarkan ketakutan, harapan dan kekhawatiran aka membuat anggota keluarga merasa lebih dihargai dan merasa tidak sendiri. Musibah dan bencana yang di berikan Allah SWT akan menjadi titik balik untuk dapat beribadah dengan leih sempurna serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa di bulan Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi hakikat puasa ini adalah ketika kita mampu menjaga atau menghindar dari sesuatu yang awalnya boleh tetapi pada saat puasa tidak diperbolehkan. “Maka puasa ini buktinya sangat besar bagi yang mendapatkan ujian, tentu kita yang di uji tidak sama rasanya dengan kita yang tidak diuji atau tidak ada kendala, untuk itu dengan perkaat mudah untuk diucapkan dengan kata-kata tetapi untuk dipraktekkan cukup susah”, tambah Ustadz Roni.
Ketika kita berada dalam kesulitan maka kuncinya adalah dekatkanlah diri kita kepada Allah SWT dan bersujudlah, jangan jauh dari-Nya. Jika kita berharap pada manusia maka kita akan kecewa dan jika kita berharap hanya kepada Allah maka kita tidak akan pernah dikecewakan, dan ketika iman menjadi fondasi musibah dan bencana tidak lagi menjadikan air mata melainkan memperkuat kesabaran dan harapan, keluarga yang tangguh adala keluarga yang mampu bangkit dan belajar dari setiap ujian serta bencana juga dapat menyadarkan manusia akan keterbatasannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....