Merajut Silahturahmi di Hari Kemenangan
- 04 Apr 2025 17:51 WIB
- Sabang
Kbrn, Sabang: Hari kemenangan merupakan hal yang merujuk pada perayaan Idul Fitri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa dalam bulan Ramadan. Sedangkan silahturahmi adalah momen yang sangat penting dalam mempererat tali persaudaraan antara keluarga, tetangga, dan teman.
Ditinjau dari segi Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW, hari kemenangan itu merupakan hari kemenangan bagi orang yang berpuasa yang melawan hawa nafsu selama sebulan penuh dalam bulan Ramadan, dan akhirnya nanti ia akan melakukan silahturahmi kepada sanak saudara, masyarakat dan termasuk orang tua. Hal ini di ungkapkan oleh Tgk. Aiyub Abdullah nara sumber dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang, kepada RRI dalam program Dialog Ramadan, Minggu (30/3/2025).
Ia juga mengatakan bahwa kebahagian bagi orang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan adalah tatkala bergembira dengan mengagungkan nama Allah lewat gema takbir, tahmit dan tahlil, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil hamd, adalah merupakan kebahagian bagi orang-orang yang berpuasa (orang yang beriman) yang telah menyelesaikan tugasnya selama sebulan atas perintah Allah SWT, agar mereka bersyukur atas kemenangan dalam melawan hawa nafsu. Untuk menyempurnakan puasa Ramadan adalah membayar zakat Fitrah di akhir Ramadan karena dalam zakat Fitrah tersebut ada pembersihan jiwa dan pribadi kita yang berpuasa.
Ketika tenggelamnya matahari diakhir Ramadan disebut dengan menyambut hari raya Idul Fitri, dimana hari Fitri merupakan hari kembali kepada fitrah atau kemenangan bagi orang beriman yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Fitrah artinya bersih dari segala dosa dan noda yang disucikan melalui amalan di bulan Ramadan. Ada beberapa sikap seorang muslim dalam menyambut Idul Fitri dengan bersilahturahmi diantaranya bertekad bulat untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan, bersyukur atas kemenangan yang diperoleh atas menangnya melawan hawa nafsu, melaksanakan sholat Ied adalah bagian dari kemenangan, pengampunan dosa yang berhubungan dengan Allah SWT dan berusaha secara aktif untuk menyelesaikan secara aktif dosa dengan sesama manusia, dengan jalan bersilahturahmi, serta saling memaafkan.
“Marilah kita gapai hari kemenangan, mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, memuji keagungan Allah SWT, dan setelah menyelesaikan puasa Ramadan kita umat yang beriman untuk selalu menjaga hubungan kita dengan Allah SWT dan sesama manusia agar tidak digolongkan orang-orang yang binasa. Kembali jalin silaturahmi sesama keluarga, tetangga, teman, untuk saling maaf-memaafkan atas kesalahan selama hidup, semoga orang tua, teman dan tetangga diampunkan dosa dan dibukakan pintu taubat, “ himbau Tgk. Aiyub.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....