Ibadah Suluk dan Tawajjuh, Meraih Cinta Sang Pencipta
- 29 Mar 2025 23:10 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT pada bulan suci Ramadan, umat muslim menempuh jalan spiritual untuk bertaubat dan bertafakur kepada Sang Pencipta. Meraih cinta Nya, menjalankan Ibadah Suluk dan Tawajjuh pun kerap dilakukan masyarakat di Provinsi Aceh pada bulan Ramadan.
Ustadz Bardi Akarta, pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di Gampong Batee Shok, Kecamatan Sukamakmu, Kota Sabang, mengatakan, sudah 12 tahun membimbing para jama’ah untuk kegiatan ibadah Suluk dan Tawajjuh. Biasanya ibadah ini diikuti oleh masyarakat kota Sabang pada bulan Suci Ramadhan di Dayah tersebut.
Menurutnya, Suluk dan tawajjuh tidak harus dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja, tetapi untuk menjaga pahala puasa, menghabiskan hari-hari dalam bulan Ramadhan dengan banyak mengingat Allah, serta melakukan ibadah yang semakin memperkuat rasa Cinta dan Ketaqwaan hamba kepada Allah SWT.
“Kegiatan yang biasanya dilakukan pada ibadah Suluk adalah Dzikir dan mengingat Allah, tujuan ibadah ini adalah untuk melembutkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah Tawajjuh adalah menghadapkan wajah kepada Allah SWT, makna wajah dalam Tawajjuh adalah hati. Jadi, menghadapkan diri kepada Allah dengan cara menutup mata dan membuka matahati serta melakukan Rabitah atau mengikat hati untuk mengingat kematian,” ungkapnya, Jum’at (28/3/2025).
Abi Bardi mengatakan, Ibadah Suluk dan tawajjuh dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya terfokus pada bulan Ramadhan. Ibadah ini sebaiknya dilakukan bersama seorang guru, dengan adanya penuntun atau pembimbing suluk, ibadah tersebut dapat dilakukan sesuai dengan arahan atau petunjuk sang guru.
“Terlebih pada bulan Ramadhan, ibadah ini lebih baik dilakukan secara berjamaah pada suatu tempat atau wadah yang dipimpin oleh seorang guru atau pembimbing Suluk. Rabitah yang dilakukan pada ibadah Tawajjuh adalah dengan amalan Dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pelaksanaan Suluk dan tawajjuh dapat dilakukan beriringan,” jelas Abi Bardi.
Menurut Abi, biasanya jamaah yang melaksanakan ibadah Suluk pada Dayah Darul wa’di selama ini dilakukan selama 10 hari hingga 40 hari. Untuk yang melaksanakan ibadah sulok selama 40 hari, biasanya dimulai 10 hari sebelum Ramadhan ditambah 30 hari selama Ramadhan.
“Pada Ramadan tahun ini, ada 55 orang jama’ah yang mengikuti ibadah Suluk dan Tawajjuh di Dayah Darul Wa’di. Biasanya jama’ah yang ikut berasal dari warga sekitar dan masyarakat dari Kota Sabang. Semoga ilmu dan amalan yang sudah didapatkan pada saat pembelajaran selama di Dayah, dapat di lanjutkan dan selalu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari.” ujarnya.
Pelaksanaan Ibadah sulok dan tawajjuh adalah cara kita mendekatkan diri kepada Allah, mencari jalan untuk meraih keridhoaannya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Dengan menjalankan Suluk dan Tawajjuh, mengharapkan Cinta dari Sang Pencipta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....