Memaknai Ramadan dengan Menjaga Adab dalam Berpuasa

  • 10 Mar 2025 21:50 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Dalam bulan Ramadan atau bulan puasa setiap perkataan dan perbuatan kita yang baik pasti akan mendapatkan pahala yang berkali lipat sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Menjaga adab dalam berpuasa tidak hanya untuk menhan lapar dan dahaga saja akan tetapi menjaga ucapan atau lisan, serta menjaga hati agar terhindar dari perbuatan yang mengurangi pahala dari puasa itu.

Dalam kontek menjaga adab berpuasa di bulan Ramadan, salah satu yang wajib kita teladani adalah Rasulullah SAW, dimana beliau telah ditarbiyah atau dididik oleh Allah SWT dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia, dengan segala halangan dan rintangan akan tetapi beliau mampu menjalaninya karena beliau adalah orang yang luar biasa yang mampu menerima tugas-tugas besar dari Allah SWT, hal ini dikatakan oleh Tgk. H. Ghazali, S.Ag, M.EI, sebagai Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian (Kemenag) Kota Sabang, dalam program spesial Dialog Ramadan bersama RRI Sabang, Senin (10/3/2025).

Ketika berbicara tentang adab, artinya berbicara bagaimana perilaku Rasulullah SAW yang wajib dicontoh dan diteladani, apakah perilaku yang baik, menjalankan perintah Allah dan Rasul serta cara kita berinteraksi sesama manusia sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Adab dalam kontek melaksanakan Shaum Ramadan menurut risalah Imam Al-Ghazali bahwa adab dalam berpuasa adalah mengkonsumsikan makanan yang baik, menghindari perselisihan, menjauhi ghibah, menolak dusta, menggunjing orang lain, tidak menyakiti orang lain, menjaga anggota badan dari perbuatan yang tercela, hal ini dilakukan agar puasa lebih bermutu dan berkualitas.

Dalam melaksanakan puasa di bulan Ramadan dapat dipastikan jika makanan yang diperoleh dengan cara yang halal, hindari perdebatan dan perbuatan yang tanpa sadar kita lakukan, setiap keburukkan yang kita perbuat yang akan merugikan diri sendiri. Dengan berpuasa dapat melatih kesabaran, menghindari emosi, amarah dan konflik dengan orang lain.

“Jadi manfaatkanlah moment bulan Ramadan ini dengan memperbaiki diri dan sikap sebaik-baiknya seperti adab kesopanan dan kesantunan, ketika keluar dari bulan Ramadan kita menjadi orang-orang yang lebih baik dan bagus dari segi akhlak, perkataan serta penglihatannya, dan ini akan berefek dari pribadi, mewarnai kehidupan di masyarakat dan inilah yang dinamakan orang yang bertaqwa, yaitu menjalankan segala perintah Allah serta menjauhi segala larangan Nya."

"Dengan menjaga adab-adab ini puasa kita akan lebih berkualitas dan bukan hanya rutinitas yang dijalankan setiap tahunnya. Akan tetapi meningkatkan akhlak dan kepribadian yang baik serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan ridho Nya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....