Pendidikan Keluarga Pondasi Membangun Peradaban Dunia

  • 10 Mar 2025 14:22 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Pendidikan dalam keluarga merupakan salah satu pilar penting dalam membangun peradaban dunia. Pendidikan pada sebuah rumah tangga menjadi pondasi yang kuat untuk membentuk karakter anak sejak dini. Keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk manusia yang berkualitas.

Keluarga bertugas memberikan pendidikan keagamaan dan pengetahuan yang menghadirkan pengaruh positif kepada anak. Baik buruknya seorang anak, ditentukan oleh lingkungan dalam sebuah rumah tangga. Keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan dan mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat.

Hal ini seperti disampaikan Ustadz Irsalullah, Pimpinan Pondok Pesantren Al Mujadid Kota Sabang, saat diwawancarai RRI Sabang dalam program Dialog Ramadan, Minggu (9/3/2025).

“Salah seorang tokoh islam terkenal, Salahuddin Al Ayyubi mengatakan bahwa pendidikan keluarga merupakan cikal bakal atau pondasi membangun peradaban dunia. Hakekat pendidikan harus dimulai dari sebuah keluarga. Kalau anak mendapatkan hal-hal yang baik dari rumah, maka anak tersebut tidak akan mudah terjerumus dalam pengaruh buruk lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keluarga adalah tempat penyemaian generasi pembangun peradaban mulia, generasi tangguh yang akan meneruskan perjuangan orangtuanya. Karena itu, keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi yang baik dan kuat.

“Orang tua yang hebat, pasti membangun cita-cita peradaban dari penamaan kepada anak. Tentunya tidak cukup hanya dengan memberi nama yang baik, maka anak akan memiliki akhlak yang baik hingga dewasa. Disinilah peran orang tua yang utama, cara mendidik dan komunikasi yang baik, untuk menjadikan generasi yang dapat membangun peradaban,” kata Ustadz Irsal.

Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak dimulai sejak usia dini. “Dalam kesempatan Ramadan yang baik ini, mari kita mengkaji kembali tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan dan perhatian kepada anak-anak kita. Mari kita membangun komunikasi dengan mereka, setiap masalah yang dihadapi oleh anak, kita diskusikan, sehingga anak memiliki contoh atau panutan dari orang tuanya sendiri,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....