Islam Ajarkan Hukum yang Pasti dan Logis
- 08 Mar 2025 17:24 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Hukum yang telah diturunkan oleh Allah SWT adalah suatu hal yang sangat logika dan membuat hati tenang terutama bagi umat muslim. Menjalankan hukum-hukum Allah ketaatan dan kecintaan kepadaNya dan menerima dengan perasaan ridha serta tunduk terhadap segala ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan Sunnah, serta istiqomah dalam menjalankanya.
Sehebat apapun kita mencari ketenangan dengan hal-hal lain kalu kita tidak mendekatkan dengan hukum Allah atau perintah Allah atau menjauhi larangan-larangan Nya, maka kita tidak akan menemukan kebahagian. Hal ini diungkapkan oleh Tgk. Bardi Akarta Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di Batee Shok Kota Sabang, dalam Program Spesial RRI Sabang, Kalam Ramadan Kamis (6/3/2025).
Ada beberapa hal yang membuat kita senang dalam menjalankan hukum Allah diantaranya, dalam ajaran agama Islam diajarkan tentang konsep ketuhanan yang jelas yaitu tentang ke Esa-an Allah baik Esa pada zat, sifat dan Esa atas perbuatan Allah. Sebagai contoh suatu hal logika yang dapat dipertanggung jawabkan secara akal sehat adalah ketika satu Tuhan yang memerintahkan kepada umat yang banyak maka ini adalah termasuk logika yang luar biasa, namun sebaliknya ketika umat yang satu diperintahkan oleh banyak Tuhan maka sungguh sangat membingungkan, jelas Tgk. Bardi.
Dalam konsep ke Islaman, mengapa kita mesti senang dengan hukum-hukum Allah SWT, karena mengejarkan kepada kita apa yang didahulukan dan apa yang dikemudiankan, sebagai contoh Allah mengajarkan kepada kita melalui Nabi Nya bahwa, kita mesti mencintai akhirat sementara dunia ini hanyalah bersifat sementara dan suatu tempat persinggahan, salah satu indahnya hukum Islam adalah menghinakan dunia, dan dunia ini bukanlah tujuan. Islam juga mengajarkan bahwa kita hidup didunia ini adalah tempat bercocok tanam untuk akhirat dan sebagai bekal di akhirat nanti.
Allah membuat hukumNya dapat diterima oleh akal sehat manusia, dan dibuat sesuai dengan logika agar kita tidak berdebat dengan hukum-hukum yang Allah turunkan melalui Nabi Nya, bukan berarti hukum Allah itu tunduk kepada akal manusia. Kemudian hukum Allah itu dibuat sesuai dengan tabiat manusia yang sehat, dan akal sehat manusia , mengapa? Supaya kita manusia jangan berdebat dengan hukum yang Allah turunkan, bukan semata hukum Allah yang mengikuti tabiat kita, karena Allah lebih tahu dengan kondisi dari hamba-hambaNya.
“Kita jangan tertipu dengan keadaan dunia ini yang bersifat sementara, jangan jadikan dunia sebagai akhir tujuan dari hidup kita, akan tetapi jadikanlah dunia sebagai tempat bercocok tanam untuk bekal menuju akhirat, agama itu bukan akal tetapi agama itu ada diakal manusia, tidak ada sesuatu yang cedera akan hukum-hukum Allah, maka selagi kita hidup didunia ini amalkanlah hukum-hukum Allah, agar hidup lebih teratur dan di akhirat nanti kita akan mencapai kebahagian,”tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....