Ada Tiga Jalan yang Menjerumuskan Dalam Lembah Kemusyrikan

  • 04 Mar 2025 17:21 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kemusyrikan merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang menyekutukan atau menyamakan sesuatu selain Allah dalam hal-hal hak khususnya Allah serta termasuk ke dalam dosa besar dan pelanggaran utama terhadap tauhid seseorang. Tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berucap,berbuat dan berkeyakinan yang tanpa sadar kita telah masuk dalam lembah kekafiran.

Tgk. Firdaus, S.Ag, M.A., salah satu anggota MPU Kota Sabang mengatakan bahwa”Selama bulan suci Ramadan, kita dituntut untuk menjaga semua perilaku dan tindakan dari hal-hal yang menyebabkan kita jatuh kedalam lembah-lembah kekafiran dan kemusyrikan kepada Allah SWT,” ungkapnya dalam program Dialog Ramadan di RRI Sabang, Minggu (2/3/2025).

Ada tiga jalan dimana seseorang akan jatuh atau terjerumus kedalam lembah kekafiran atau kemusyrikan kepada Allah SWT, yaitu yang pertama dengan jalan melalui keyakinannya (I’tiqadiyah), tempat keyakinan itu adalah “hati”, jika hatinya telah menyimpang dari keyakinan yang benar maka orang tersebut dapat hilang atau rusak aqidahnya dan dapat menjadi kafir.

Seperti orang yang meniadakan dalam hatinya sifat-sifat yang wajib bagi Allah, maka orang tersebut sudah termasuk kedalam lembah kemusyrikan, dalam contoh belum terkabulnya doa dan seseorang itu hatinya mengeluh maka cenderung ia memunafikan salah satu sifat Allah (mendengar).

Kemudian yang kedua dengan jalan melalui perbuatannya yang sepele, sebagai contoh dengan melempar, menghina, merendahkan Al-Qur'an atau melempar lembaran-lembaran dari buku atau kitab ilmu syariat. Dan yang ketiga adalah dengan sebab dari ucapannya, dengan kata-kata yang merendahkan dan menyekutukan Allah, maka dengan tanpa sadar ucapannya itu membuatnya menjadi kafir.

Dengan seringnya kita berinteraksi dan bergaul dilingkungan tanpa sadar ataupun tidak, terkadang tanpa sadar ataupun tidak, dari perbuatan dan ucapan sepele yang menyebabkan kita terjerumus ke jurang kekafiran. Akibat dari itu semua dengan konsekuensi yang berat sehingga dapat berpengaruh terhadap semua amal-amal kebaikan yang telah kita kerjakan(hilang).

“Siapa saja orang yang mengerjakan salah satu dari tiga jalan ini maka akibatnya Allah akan menghapuskan semua amal-amal sholeh dan kebaikan kita yang telah simpan dari kecil hingga sekarang, apabila jika sesorang selama berpuasa di bulan Ramadan telah jatuh pada salah satu bentuk jalan yang menjerumuskan atau jatuh kedalam jurang kekafiran."

"Maka Allah akan menghapuskan semua amal sholeh selama bulan yang suci ini dan Allah tidak menganggap, menghitung sebesar zarrah pun dari amal kebaikkan seseorang itu dan Allah akan menganggapnya, menghitungnya dan menghisabnya setelah orang tersebut memperbaharui imannya dan amal barunya dengan syahadat kembali,” ujar Tgk. Firdaus.

Menjaga kemurnian aqidah selama di bulan Ramadan, ada beberapa cara agar iman tetap terga kemurniannya diantaranya, yang pertama dengan menyempurnakan ilmu, jika kita sudah punya ilmu terutama ilmu Tauhid maka kita akan terbentengi akan hal-hal yang mempengaruhi yang mengakibatkan terjerumuskan ke jurang kekafiran dan pastikan bahwa yang kita pelajari adalah aqidah yang benar.

Kemudian yang kedua adalah didalam bulan Ramadan hendaknya fokus beribadah yang sifatnya berhubungan langsung dengan Allah SWT, baik sholat fardhu dan perbanyak sholat sunnah, dan yang terakhir adalah dengan perbanyak Sholawat kepada Rasulullah SAW, dengan perbanyak bersholawat maka Allah akan selalu memberikan ketahanan aqidah kita sehingga kita menjadi hamba yang semakin kuat iman kita kepada Allah SWT, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....