Demam Piala Dunia 2026 di Sabang: UMKM dan Warung Kopi Bersiap Panen Omzet

  • 30 Apr 2026 22:01 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026, euforia sepak bola mulai terasa hingga ke Kota Sabang. Turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni 2026 ini mencatat sejarah baru dengan menghadirkan 48 tim dan total 104 pertandingan.

Skala penyelenggaraan yang lebih besar ini tidak hanya berdampak pada negara tuan rumah tetapi juga memicu efek ganda. Berdasarkan berbagai kajian ekonomi olahraga, perhelatan Piala Dunia mampu mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, pertumbuhan sektor hiburan, serta aktivitas usaha kecil selama turnamen berlangsung. Bahkan, pada edisi sebelumnya di Rusia 2018, perputaran ekonomi mencapai miliaran dolar AS dari sektor pariwisata, penyiaran, hingga penjualan merchandise.

Fenomena tersebut juga dirasakan hingga ke daerah, termasuk Sabang. Salah seorang warga Prima mengatakan minat masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 meningkat seiring banyaknya tim yang berlaga.

“Dengan 48 tim, pertandingan lebih banyak. Jadi hampir setiap hari ada laga yang bisa ditonton. Ini membuat suasana lebih hidup,” ujarnya Kamis 30 April 2026.

Prima menambahkan, tradisi nonton bareng atau nobar menjadi bagian penting dari perhelatan ini. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Biasanya warung kopi, kafe, sampai pedagang kecil ikut ramai. Orang datang nonton sambil beli makanan dan minuman,” katanya.

Senada dengan hal tersebut Helmi salah seorang pemilik warung kopi di Sabang mengaku mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan penonton saat nobar. Ia menilai Piala Dunia adalah musim puncak bagi usaha kopi di Aceh, khususnya di Sabang.

"Kami sudah menyiapkan proyektor yang lebih baik dan menambah stok logistik terutama kopi dan makanan2 ringan lainnya. Pengalaman sebelumnya saat ada tim besar yang bertanding atau big match, kursi disini sudah pasti penuh sejak satu jam sebelum kick-off. Karena yang sperti itulah momen yang paling ditunggu untuk meningkatkan omzet bulanan," ungkap Helmi.

Secara tidak langsung, momentum ini menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan banyak sektor. Mulai dari pelaku UMKM, penyedia jasa hiburan, hingga penjual atribut sepak bola. Bahkan di sejumlah daerah, kegiatan nobar mampu meningkatkan omzet harian pelaku usaha hingga dua kali lipat, terutama saat laga-laga besar berlangsung.

Masyarakat Sabang pun berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum ini dengan menyediakan ruang publik untuk nobar yang tertib dan terorganisir. Selain menjadi sarana hiburan, langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Dengan skala kompetisi yang semakin besar dan jangkauan pengaruh yang luas, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga global, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan sosial, yang dampaknya dirasakan hingga ke daerah terluar seperti Sabang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....