Dispora Banda Aceh Perkuat Pembinaan Atlet Remaja
- 16 Sep 2026 00:54 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh memperkuat pembinaan atlet remaja melalui program penjaringan bakat dan pengembangan olahraga usia dini. Langkah ini dilakukan untuk menemukan atlet potensial sekaligus menyiapkan jenjang prestasi dari tingkat daerah hingga nasional.
Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dispora Kota Banda Aceh, Teuku Muhammad Hairunis, mengatakan program scouting talent menjadi salah satu upaya untuk menjaring potensi atlet sejak usia dini.
“Kami melihat potensi-potensi anak muda dan remaja melalui kompetisi-kompetisi usia dini,” kata Hairunis dalam program IDOLA RRI Banda Aceh, Minggu 13 September 2026.
Menurut Hairunis, atlet yang dinilai memiliki potensi akan diarahkan mengikuti berbagai kejuaraan sesuai cabang olahraga yang ditekuni. Pembinaan menyasar atlet usia 14 hingga 18 tahun sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah sebelum melanjutkan ke tingkat nasional.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak hanya ditujukan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga mendorong generasi muda memanfaatkan olahraga sebagai peluang ekonomi.
“Kami dorong anak-anak muda ini untuk menjadi sportpreneur,” ujarnya.
Hairunis mencontohkan perkembangan olahraga padel yang dinilai memiliki potensi ekonomi cukup besar. Selain menjadi cabang olahraga yang semakin diminati, perkembangan padel juga dapat membuka peluang usaha melalui penyediaan fasilitas dan berbagai kegiatan pendukung olahraga.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Banda Aceh terus menyediakan fasilitas olahraga publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Fasilitas tersebut di antaranya Blang Padang, Gelanggang Darussalam, Lapangan Safiatuddin, serta sejumlah fasilitas olahraga peninggalan penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024.
Hairunis menilai keberhasilan pembinaan atlet remaja membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua, sekolah, komunitas olahraga, dan pemerintah.
“Orang tua menjadi contoh, kemudian memberikan motivasi ketika anak mengalami kekalahan atau kejenuhan dalam berlatih,” katanya.
Menurutnya, sekolah juga perlu memberikan dukungan kepada pelajar yang berprestasi di bidang olahraga, baik melalui penyediaan sarana maupun pemberian dispensasi ketika mengikuti pertandingan.
Sementara itu, atlet anggar Banda Aceh, T. Rajul Raditya Al Khalif, mengaku dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan prestasinya.
Rajul mulai serius menekuni olahraga anggar sejak kelas enam sekolah dasar karena mengikuti jejak ayahnya yang pernah menjadi atlet. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika mengikuti Jateng Open dan dipercaya menjadi kapten tim floret putra hingga berhasil meraih medali perak.
“Walaupun kami kalah di final, saya bangga dengan kawan-kawan tim,” kata Rajul.
Ia mengatakan, seorang atlet harus memiliki disiplin, mampu mengatur waktu, melakukan evaluasi diri, serta tetap konsisten berlatih meskipun mengalami kekalahan.
Hairunis berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet muda Banda Aceh yang berprestasi, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....