Taekwondo: Bela Diri Kuno Hingga dipanggung Olahraga Dunia
- 04 Nov 2025 17:01 WIB
- Sabang
KBRN,Sabang : Sejarah Taekwondo sangatlah panjang, akarnya bisa dilacak hingga ribuan tahun lalu di Semenanjung Korea, tepatnya pada masa ke Tiga Kerajaan Korea sekitar 37 SM. Taekwondo adalah seni bela diri modern yang berasal dari Korea Selatan. Nama Taekwondo sendiri punya makna dan arti yang mendalam, Tae = Menendang atau menghancurkan dengan kaki, Kwon = Tinju atau memukul dengan tangan dan Do = Jalan atau Seni, jika di satukan Taekwondo adalah seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan untuk membela diri.
Sejarah singkat Taekwondo Di masa Kerajaan Goguryeo (salah satu dari Tiga Kerajaan), sudah ada seni bela diri yang disebut Subak dan Taekkyon. Seni ini menekankan gerakan kaki yang lincah dan tendangan, mirip dengan ciri khas Taekwondo modern. Selama Dinasti Joseon (1392–1910), seni bela diri ini sempat kurang populer di kalangan masyarakat umum, namun masih tercatat dalam buku-buku kemiliteran.
Periode penjajahan Jepang (1910–1945) menjadi masa sulit. Seni bela diri tradisional Korea, termasuk Taekkyon, dilarang. Namun, banyak ahli bela diri Korea yang secara diam-diam melestarikan atau mempelajarinya di luar negeri (misalnya, belajar Karate di Jepang) dan memadukannya dengan teknik-teknik asli Korea. Setelah Korea merdeka pada tahun 1945, berbagai sekolah atau Kwan (sekolah bela diri) bermunculan di Seoul. Mereka mengajarkan gaya yang berbeda-beda.
Terkait olahraga beladiri Taekwondo, Mengutip dari laman berita www.rri.co.id, Selasa (4/11/2025) Dua Atlet Taekwondo kota Sabang, resmi terpilih menjadi bagian dari Kontingen Aceh untuk berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 yang akan digelar di Jakarta, mulai 1 hingga 10 November mendatang. Kedua atlet tersebut yakni Zahara Sumaya, yang akan turun di kelas under 42 kilogram Junior Putri, serta Aqil Ibcha, yang akan berkompetisi di kelas under 48 kilogram Junior Putra. Keduanya merupakan atlet binaan Taekwondo Sabang yang telah menjalani proses seleksi ketat dan latihan intensif bersama tim Aceh untuk menghadapi ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.
Hingga hari ini, Taekwondo terus berkembang, mengajarkan tidak hanya teknik menendang dan memukul, tetapi juga nilai-nilai penting seperti disiplin, kehormatan, ketekunan, dan pengendalian diri. Seni ini menjadi jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu Korea yang kaya dengan masa depan global yang penuh persaingan, tetapi membuktikan bahwa warisan leluhur dapat berevolusi dan tetap relevan hingga saat ini. Taekwondo adalah bukti nyata bahwa sebuah seni dapat mempertahankan akar tradisionalnya sambil meraih panggung internasional sebagai bahasa universal bagi kekuatan fisik dan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....