KONI Aceh Target Bertahan di 10 Besar PON XXII NTT-NTB
- 11 Jun 2026 00:29 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menargetkan mampu mempertahankan posisi di jajaran 10 besar nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Target tersebut dipandang realistis di tengah tantangan yang akan dihadapi Aceh pada pesta olahraga nasional mendatang.
Sekretaris Umum KONI Aceh, Akhyar, S.T., mengatakan capaian peringkat keenam pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 merupakan prestasi tertinggi yang pernah diraih Aceh sepanjang keikutsertaannya di PON. Namun, menurutnya, mempertahankan prestasi justru menjadi pekerjaan yang lebih berat dibandingkan saat meraihnya.
Hal itu disampaikannya dalam dialog khusus RRI Banda Aceh yang berlangsung di Gedung KONI Aceh, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Senin, 8 Juni 2026.
"Kalau berbicara realistis, posisi enam besar kemarin adalah puncak prestasi olahraga Aceh. Namun target kita tetap berada di 10 besar nasional pada PON berikutnya," kata Akhyar.
Ia menjelaskan, perkembangan prestasi olahraga Aceh menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa edisi PON terakhir. Pada PON XVIII Riau 2012, Aceh menempati peringkat ke-25 nasional dengan raihan tiga medali emas. Prestasi tersebut meningkat pada PON XIX Jawa Barat 2016 dengan menempati peringkat ke-17, kemudian naik lagi ke posisi ke-12 pada PON XX Papua 2021.
Puncaknya, Aceh berhasil mencetak sejarah pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan finis di peringkat keenam nasional. Capaian itu menjadi tonggak penting bagi dunia olahraga Aceh sekaligus menjadi tolok ukur dalam menyusun target pada PON berikutnya.
Menurut Akhyar, tantangan terbesar menuju PON XXII adalah keterbatasan anggaran serta kewajiban mengikuti babak prakualifikasi untuk merebut tiket menuju PON. Kondisi ini berbeda dengan saat Aceh menjadi tuan rumah PON 2024, ketika sejumlah cabang olahraga memperoleh keuntungan tampil tanpa melalui proses kualifikasi yang ketat.
"Kita harus mencari tiket lebih dulu. Kalau jumlah atlet yang lolos sedikit, peluang meraih medali juga otomatis berkurang," ujarnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, KONI Aceh memfokuskan pembinaan kepada atlet-atlet yang memiliki peluang besar meraih prestasi. Cabang olahraga yang selama ini konsisten menyumbangkan medali emas, seperti atletik, angkat besi, tarung derajat, kempo, dan petanque, tetap menjadi perhatian utama.
Meski demikian, Akhyar menegaskan pola pembinaan yang diterapkan saat ini lebih berorientasi pada potensi atlet, bukan semata-mata berdasarkan cabang olahraga.
"Kita membina berdasarkan atlet yang punya peluang medali. Jadi bukan sekadar karena cabangnya pernah dapat medali, tetapi melihat siapa atlet yang masih potensial dan bisa berprestasi di PON berikutnya," katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat proses pembinaan lebih efektif dan penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran. Atlet-atlet yang dinilai memiliki peluang meraih medali akan mendapatkan dukungan melalui program pemusatan latihan yang terukur dan berkelanjutan.
Akhyar optimistis Aceh mampu menjaga tren positif prestasi olahraga daerah meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Ia menilai dukungan pemerintah daerah, legislatif, sektor swasta, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
"Kami optimistis target 10 besar bisa dipertahankan. Dengan dukungan semua pihak dan pembinaan yang konsisten, olahraga Aceh akan terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional," ujarnya.
Ia berharap capaian prestasi pada PON XXI tidak menjadi titik puncak semata, melainkan menjadi fondasi untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Aceh di kancah nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....