HUT ke-81 TNI, Prabowo: Jiwa dan Ragamu Milik Rakyat
- 05 Okt 2026 23:17 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan TNI harus selalu dekat dengan rakyat dan hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Menurut Presiden, sejak lahir kekuatan TNI tidak pernah terpisahkan dari rakyat Indonesia. Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.
Presiden mengatakan TNI merupakan tentara rakyat, tentara nasional, sekaligus tentara pejuang yang lahir dari perjuangan bersama masyarakat. “TNI lahir dari rakyat, TNI berjuang bersama rakyat. TNI adalah tentara pejuang kemerdekaan,” kata Prabowo.
Ia mengingatkan seluruh prajurit agar tidak menjauh dari masyarakat dan selalu mendengarkan kesulitan yang dihadapi rakyat. Sebab, seluruh kekuatan yang dimiliki TNI pada akhirnya digunakan untuk melindungi rakyat. “Jiwa dan ragamu milik rakyat Indonesia. Karena itu jangan pernah jauh dari rakyat, harus di tengah-tengah rakyat. Prajurit TNI harus selalu mendengarkan kesulitan rakyat. Harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Prabowo mengapresiasi prajurit TNI yang selama ini hadir membantu masyarakat ketika terjadi bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus hingga kebakaran hutan. Menurutnya, prajurit dan komandan TNI di berbagai daerah kerap mengambil inisiatif membantu masyarakat tanpa harus menunggu perintah.
“Kesulitan rakyat adalah tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia,” ujarnya.
Presiden juga menyampaikan terima kasih atas pengorbanan prajurit dalam berbagai operasi kemanusiaan. Prajurit TNI disebut membantu mengevakuasi warga, membuka akses jalan, membangun jembatan, serta menyalurkan makanan dan obat-obatan ke wilayah yang terisolasi. “Di saat-saat sulit seperti itulah rakyat melihat siapa yang benar-benar hadir bersama mereka. Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat. Tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” kata Prabowo.
Ia menilai kekuatan angkatan bersenjata tidak hanya ditentukan oleh senjata, peralatan, dan besarnya anggaran pertahanan. Semangat serta jiwa rela berkorban juga menjadi bagian penting dari kekuatan TNI dan bangsa. “Yang paling penting adalah semangat. Jiwa rela berkorban. Tentara yang punya jiwa rela berkorban. Bangsa yang rela berkorban, rakyat yang tangguh, rakyat yang berani, itulah kekuatan suatu bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan Indonesia menginginkan perdamaian dan menghormati negara lain. Di sisi lain, Indonesia tetap memiliki tekad mempertahankan kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional. “Kita cinta damai, kita tidak mau mengganggu siapa pun. Kita hormati semua bangsa, semua negara, semua kekuatan, tetapi kita tidak mau diganggu,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pembangunan kekuatan TNI diarahkan untuk mempertahankan diri, menjaga rakyat, wilayah, serta kekayaan Indonesia. “Kita membangun TNI adalah untuk itu, untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita,” tutur Prabowo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....