Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan Akibat El Nino

  • 31 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan 294 titik kekeringan akibat fenomena El Nino di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Juli 2026. Penanganan tersebut mencakup 180 titik di daerah irigasi persawahan dan 114 titik di kawasan permukiman. Upaya dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dari 294 titik tersebut, sebanyak 202 titik atau 68,7 persen telah selesai ditangani. Sementara 92 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan fisik di lapangan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pencarian sumber air tanah baru untuk menyuplai kawasan persawahan, terutama sentra produksi pangan.

Pencarian sumber air tersebut didukung teknologi isotop dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN untuk mendeteksi potensi air bawah tanah.

"Yang kita kejar sekarang adalah sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah dan mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.

Untuk sektor pertanian, sebanyak 160 dari 180 titik irigasi terdampak telah selesai ditangani. Sementara 20 titik lainnya masih dalam proses. Penanganan dilakukan melalui sejumlah langkah darurat, antara lain pemompaan air sungai, normalisasi saluran irigasi, peninggian tanggul menggunakan sandbag, pemasangan pipa penambah debit air, serta pembangunan saluran irigasi tersier.

Kementerian PU juga memperkuat pengelolaan sumber daya air melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di sekitar kawasan bendungan. Operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Perum Jasa Tirta II, serta TNI Angkatan Udara.

Salah satu pelaksanaan OMC dilakukan di Bendungan Jatiluhur pada 30 Juli 2026 untuk menjaga volume tampungan air yang digunakan bagi kebutuhan irigasi. "Operasi Modifikasi Cuaca adalah salah satu cara kita memastikan bahwa air tetap mengalir ke sawah-sawah petani yang ada di sekitar bendungan," kata Dody.

Sementara itu, penanganan kekeringan di kawasan permukiman mencakup 114 titik. Sebanyak 42 titik telah selesai ditangani, sedangkan 72 titik lainnya masih dalam proses. Untuk kawasan permukiman, penanganan darurat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat melalui distribusi air menggunakan armada truk tangki.

Kementerian PU berharap berbagai langkah mitigasi tersebut dapat menjaga ketersediaan air irigasi bagi petani sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama periode kekeringan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....