PWI Fest 2026 Siapkan Wartawan Hadapi Era Digital dan AI
- 31 Jul 2026 21:23 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyiapkan agenda nasional PWI Fest 2026 yang akan berlangsung pada 4-5 Desember 2026 di Jakarta. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan kapasitas insan pers sekaligus memperkuat hubungan media dengan masyarakat.
PWI Fest 2026 digelar di tengah perubahan industri media yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Lampung pada April 2027.
Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, mengatakan kegiatan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi wartawan, tetapi juga membuka ruang interaksi antara insan pers, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, PWI Fest akan menghadirkan pelatihan dan diskusi bersama sejumlah platform digital global, di antaranya TikTok, Meta, dan Google.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada wartawan dalam menghadapi perubahan pola kerja media di era digital.
“Selain workshop bersama platform global, kami juga menghadirkan UMKM Festival. Jadi PWI Fest bukan hanya menjadi tempat meningkatkan kompetensi pekerja pers dalam menghadapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mendekatkan organisasi pers dengan masyarakat,” ujar Auri Jaya.
Sejumlah agenda telah disiapkan dalam PWI Fest 2026. Salah satunya Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas mobile journalism, verifikasi data berbasis Open Source Intelligence atau OSINT, hingga keamanan digital.
Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 250 hingga 500 peserta yang terdiri atas wartawan, editor, dan content creator dari berbagai daerah.
Selain penguatan kapasitas jurnalistik, PWI Fest juga menghadirkan UMKM Festival, kompetisi e-sports, serta panggung hiburan rakyat.
Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan platform digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem media yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan transformasi digital dan perkembangan AI telah membawa perubahan besar terhadap industri media.
Karena itu, insan pers dituntut terus meningkatkan kompetensi agar tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton,” kata Akhmad Munir.
Ia mengatakan, PWI Fest 2026 menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas pekerja pers dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers memiliki kapasitas, keterampilan teknis, serta pemahaman etika yang kuat agar mampu menghadapi era transformasi AI,” ujarnya.
Akhmad Munir menambahkan, kemajuan teknologi tidak boleh membuat media kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.
Karena itu, PWI Fest tidak hanya dirancang sebagai forum diskusi dan pelatihan jurnalistik, tetapi juga ruang yang mempertemukan insan pers, pemerintah, dunia usaha, BUMN, platform digital, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Melalui PWI Fest 2026, PWI berharap konsolidasi insan pers di tingkat nasional semakin kuat. Kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong industri media Indonesia menjadi lebih profesional, mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjalankan fungsi sosialnya untuk kepentingan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....