Hari Cokelat Sedunia, Saatnya Mengenal Keunikan Cita Rasa Kakao Indonesia
- 07 Jul 2026 23:34 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Hari Cokelat Sedunia (World Chocolate Day) yang diperingati setiap 7 Juli menjadi pengingat akan popularitas cokelat sebagai produk pangan yang mampu dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa di seluruh dunia. Cokelat dikenal sebagai sajian manis yang kerap hadir dalam berbagai perayaan dan menjadi pilihan hadiah.
Tidak hanya di dunia, Indonesia memiliki sejumlah daerah penghasil kakao dengan karakteristik yang beragam. Perbedaan kondisi tanah, iklim, hingga teknik budidaya menghasilkan biji kakao dengan cita rasa yang khas di setiap daerah.
Di Sabang sendiri, juga memiliki produk coklat unggulan, namanya Cokbang atau coklat Sabang. Produk Coklat Sabang berbeda dengan olahan coklat biasanya, dibuat dengan campuran dari biji kakao asli Sabang. Biji Kakao Sabang bisa dikatakan istimewa, karena dari hasil uji lab oleh Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Aceh, ternyata kadar lemak biji kakao Sabang tinggi yaitu 52,15%, sehingga bijinya enak.
"Selain itu, kadar asam lemaknya rendah hanya 1,20%, sehingga tidak gampang membusuk. Hal ini disebabkan pengaruh indikasi geografis pulau Sabang pada tumbuhan kakao “ ungkap Melan, Pengelola Coklat Sabang.
Pulau Weh selain dikenal dengan kekayaan bahari, Sabang juga memiliki kekayaan hasil pertanian seperti Kakao, tanaman ini pernah mencapai masa kejayaan di Sabang pada tahun 90an. Meskipun saat ini kepopuleran Kakao mulai meredup, namun hadirnya Produksi Coklat Sabang saat ini menghasilkan buah tangan yang istimewa dari hasil pertanian masyarakat Sabang sendiri.
Menurut Melan, ada 7 jenis hasil produksi olahan Biji Kakao Sabang, yaitu Choco Nibs coklat yang didalamnya terdapat biji kakao utuh, ada Teh Kakao atau teh coklat, wafer dengan campuran biji kakao, Bubuk Tubruk biji kakao, Coklat dengan kacang mete dan coklat putih. Saat ini pemasaran Produk Coklat Sabang dilakukan secara offline di toko-toko seputaran Kota Sabang dan online melalui media sosial.
“Coklat Sabang sering kita bawa ke acara Bazar baik tingkat provinsi dan tingkat nasional. Disana kita mendapatkan respon positif, karena rasa dari biji kakao Sabang ini lebih nikmat. Jadi, Coklat Sabang ini bisa dijadikan buah tangan yang istimewa bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang” tambah Melan.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI, keberagaman cokelat di Indonesia memiliki identitas rasa yang unik. Ada cokelat dengan sentuhan rasa buah-buahan tropis, aroma floral yang lembut, nuansa kacang, rempah-rempah, hingga cita rasa earthy yang kuat.
Karakter rasa inilah yang membuat kakao Indonesia semakin diminati di pasar internasional dan menjadi bagian dari kekayaan gastronomi nasional yang patut dibanggakan. Berikut beberapa contoh karakter cita rasa coklat di Indonesia:
- Aceh, rasa yang lebih intens, sedikit pahit, dengan sentuhan nutty dan aroma tembakau.
- Bali, didominasi cita rasa buah tropis, citrus dan kelapa.
- Flores, memiliki karakter rasa yang komplekdengan sentuhan fruity.
- Papua Barat, dengan ciri khas rasa yang manis, fruity dan sedikit umami.
Karakter rasa coklat juga dipengaruhi beberapa faktor, yaitu kondisi tanah, iklim, varietas kakao dan proses pengolahan. Perpaduan faktor tersebut menghasilkan karakter cita rasa yang khas, sehingga memperkaya kekayaan gastronomi Indonesia.
Melalui peringatan Hari Cokelat Sedunia, masyarakat diajak untuk pengingat bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu penghasil kakao terbaik dunia yang layak mendapat apresiasi dan terus dikembangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....