Owner Okare: Kuliner Harus Hadirkan Pengalaman yang Berkesan

  • 12 Jul 2026 07:27 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pemilik usaha kuliner Okare, Akhyar Yusri, menilai sebuah produk makanan tidak cukup hanya memiliki cita rasa yang lezat, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman emosional yang berkesan sehingga pelanggan terdorong untuk kembali menikmatinya.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh bertema "Menjadikan Setiap Produk Kuliner Sebagai Pengalaman Indah yang Selalu Ingin Diulang", Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Akhyar, makanan memiliki kekuatan untuk membangkitkan kenangan, menghadirkan rasa kebersamaan, dan menciptakan ikatan emosional yang membuat seseorang selalu mengingat pengalaman saat menikmatinya.

"Makanan bukan sekadar enak lalu selesai. Ada suasana, ada kebersamaan, ada memori yang muncul ketika seseorang menikmati makanan tertentu. Nilai itulah yang ingin kami hadirkan dalam setiap produk," katanya.

Ia mencontohkan pengalaman menikmati masakan sang nenek yang hingga kini masih membekas dalam ingatan keluarganya. Baginya, cita rasa yang mampu menghadirkan kembali kenangan menjadi nilai tambah yang membedakan sebuah produk kuliner dari yang lain.

Untuk menjaga konsistensi kualitas, Okare menerapkan standar operasional prosedur (SOP) produksi yang mengacu pada empat aspek utama, yaitu kualitas bahan baku, ketepatan takaran, proses produksi yang terstandar, dan pengaturan waktu memasak.

"Kami menggunakan gramasi agar hasilnya konsisten. Semua proses dituangkan dalam SOP sehingga siapa pun yang mengerjakan akan menghasilkan produk dengan kualitas yang sama," ujarnya.

Selain kualitas produk, Akhyar menilai pelayanan yang cepat, ramah, dan responsif menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman positif bagi pelanggan. Menurutnya, kepuasan konsumen tidak hanya ditentukan oleh rasa makanan, tetapi juga oleh kualitas layanan sejak proses pemesanan hingga produk diterima.

Dalam mengembangkan usaha, Akhyar mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata persoalan modal, melainkan membangun mental kewirausahaan agar mampu bertahan menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah.

"Tantangan pertama justru membangun mental untuk bertahan. Setelah itu baru bagaimana mengelola keuangan usaha agar bisa terus berkembang," katanya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke bisnis kuliner agar tidak terburu-buru memasarkan produk. Menurutnya, riset dan pengembangan produk harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengujian cita rasa, penetapan harga, hingga evaluasi terhadap respons pasar.

"Lakukan research and development yang benar. Uji produknya, uji harga jualnya, sampai benar-benar menghasilkan produk yang layak dipasarkan. Dalam bisnis kuliner, pilihannya hanya dua, kalau tidak enak ya harus enak banget," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....