Tanaman Obat Lempuyang Atau Cabe Jawa Sebagai Bahan Dasar Jamu

  • 02 Jun 2024 19:46 WIB
  •  Sabang

KBRN Sabang – Indonesia terkenal sebagai penghasil bumbu dan rempah-rempah terbaik di dunia. Dengan Julukan "Kepulauan Rempah" melekat pada Indonesia karena kekayaan dan keanekaragaman rempah-rempahnya yang luar biasa. Lebih dari separuh rempah-rempah dunia diproduksi dari Indonesia. Bayangkan, itu berarti Indonesia memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan rempah-rempah secara global.

Tahukah Anda tananam yang satu ini memiliki banyak kandungan Zat besi dan nutrisi lainnya yang dapat membantu tubuh kita untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah dan mencegah anemia. Tumbuhan asli Indonesia ini sangat populer sebagai tanaman herbal pada perkarangan rumah dan dapat tumbah di hutan sekunder dataran rendah hingga 600m di atas permukaan laut.

Cabai Jawa, di aceh jarang terdengar dan bahkan jarang di temui cabai jawa ini lebih dikenal dengan cabai puyang / Lempuyang merupakan salah satu rempah yang sering digunakan sebagai bumbu di masakan tradisional dan tanaman ini juga sebagai bahan untuk membuat Ramuan Jamu tradisional di kalangan masyarakat sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit.

Mengutip dari lama Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian, Minggu (2/06/2024), jamu cabai jawa ini mampu mengatasi kelelahan dan kekakuan,mencegah masuk angin,meningkatkan energi, mengurangi perut kembung, mengatasi beri-beri, reumatik, tekanan darah rendah, Kolera, Influenza, Sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, sesak napas dan Masih banyak lagi khasianya.

Untuk mengolah cabai jawa ini menjadi ramuan jamu ada beberapa campuran rempah yang di pakai antara lain meliputi puyang di tambah seperti temuireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunyit, merica, kedawung, keningar, asam jawa dan temukunci. Sebagai pemanis juga di tambahkan gula aren atau madu lalu campur dengan bahan yang sudha di tumbuk halus tak lupa air secukupnya, takaran air sesuaikan dengan bahan-bahan yang telah di tumbuk halus lalu di rebus.

Jamu ini dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering disangka sebagai lada, rasa pedasnya berasal dari senyawa piperin, dengan kandungan sekitar 4,6 persen dan menjadi salah satu produk jamu populer yang mengandung cabai jamu atau cabe puyang sebagai bahan dasar pada jamu tradisional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....