Makanan Pemicu Reaksi Tubuh, Kenali Alergi dan Intoleransi

  • 30 Sep 2026 20:02 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Setelah mengkonsumsi makanan tertentu, alergi dan intoleransi makanan sering sekali dianggap sama, karena menimbulkan reaksi pada tubuh seseorang. Padahal keduanya berbeda meskipun menimbulkan kondisi yang serupa, sehingga perlu untuk mengenalinya dengan tepat.

dr. Muhammad Reza Febriliant, SpPD, K-AI yang bertugas di Klinik Prodia Banda Aceh menjelaskan alergi makanan terjadi karena reaksi dari sistem imun tubuh “Alergi makanan artinya reaksi sistem imun tubuh kita terhadap makanan yang dikonsumsi, semua yang dimakan bisa menjadi alergen/semua hal yang merangsang sistem imun untuk aktif. Akibatnya jika sistem imun hiperaktif maka akan memunculkan reaksi alergi seperti makan udang/kepiting yang dalam jangka waktu tidak lama langsung merah-merah kulitnya atapun bengkak, nah itu mengarah ke alergi,” jelas dr. Reza dalam program Klinik Angkasa Pro 1 RRI Banda Aceh, Sabtu, 26 September 2026.

Ia menambahkan sedangkan intoleransi makanan ialah suatu respon dari sistem pencernaan. “Beda dengan intoleransi yaitu ketika mengkonsumsi suatu makanan terus dari sistem pencernaan tidak mampu mengolah makanan yang dikonsumsi yang berakibat sisa makanan akan dikonsumsi oleh bakteri yang ada di dalam usus, menyebabkan mencret ataupun muntah, “ kata dr. Reza.

Efek yang dirasakan dari intoleransi terjadi hanya pada pencernaan, berbeda dengan alergi makanan yang berefek ke kulit, bibir/mata bengkak, hingga dalam skala berat sesak nafas sampai pingsan. Beberapan makanan yang menyebabkan alergi ada telur, susu, kedelai, gandum, makanan laut dan wijen, sementara intoleransi disebabkan dari laktosa dalam produk susu, zat aditif (MSG/pewarna makanan) dan sensitivitas pada gluten/makanan fermentasi.

Agar mengetahui makanan yang menjadi pemicu dari alergi atau intoleransi makanan, disarankan untuk mencatat makanan yang telah dikonsumsi serta gejala yang muncul agar dokter dapat memeriksa lebih lanjut. Dengan mengenali pemicu serta perbedaannya, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam memilih juga mengkonsumsi makanan agar tidak terjadi reaksi yang berulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....