Kenali Fibrilasi Atrium lewat Denyut Nadi
- 18 Sep 2026 00:49 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Fibrilasi atrium (FA) merupakan suatu kondisi gangguan pada irama jantung yang menyebabkan denyut jantung tidak beraturan dan berdetak lebih cepat dari biasanya. Fibrilasi atrium angat penting untuk dikenali, karena sebagian orang dengan kondisi ini berlangsung tanpa gejala, dan salah satu cara yang dapat dilakukan dirumah untuk mengenalinya adalah dengan memeriksa denyut nadi.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Muqsith, Sp.JP(K)-FIHA,FasCC., mengatakan pemeriksaan nadi menjadi langkah sederhana mengenali irama jantung. Cara tersebut dapat dilakukan masyarakat tanpa harus memiliki perangkat pemantau kesehatan. “Tidak harus punya smartwatch, tidak harus periksa ke sana kemari, tapi minimal bisa periksa nadi sendiri,” kata dr. Muqsith dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 12 September 2026.
Ia menjelaskan denyut jantung normal memiliki irama yang teratur, sementara fibrilasi atrium ditandai denyut yang tidak teratur dan tidak memiliki pola. Masyarakat dapat meraba denyut nadi pada pergelangan tangan menggunakan beberapa jari.
Selanjutnya, perhatikan apakah denyut terasa teratur atau justru berubah-ubah. “Kalau ternyata meragukan, nampaknya AF, periksakan diri ke rumah sakit,” ujarnya.
Menurut dr. Muhammad Muqsith, Sp.JP(K)-FIHA,FasCC.,, pemeriksaan EKG dapat memastikan gangguan irama jantung. Pemeriksaan Holter juga dapat dilakukan apabila gangguan irama muncul secara hilang timbul.
Holter merupakan alat perekam aktivitas listrik jantung yang digunakan dalam periode tertentu, alat tersebut membantu dokter mengetahui seberapa sering fibrilasi atrium terjadi, masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur pemeriksaan irama jantung pada smartwatch.
Namun, masyarakat tanpa perangkat tersebut tidak perlu khawatir. “Untuk yang tidak punya, jangan cemas. Masih bisa melakukan pemeriksaan nadi sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat segera mencari pertolongan apabila muncul tanda stroke. Gejalanya antara lain wajah mencong, kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, atau kondisi mendadak tidak nyambung.
Menurutnya, penanganan stroke memiliki batas waktu penting untuk mencegah kecacatan permanen. Karena itu, masyarakat tidak disarankan menunda dengan memijat pasien sebelum mendapat penanganan medis, “Kalau menemukan gejala tersebut, segera dibawa dan jangan ditunda,” tegas dr.Muqsith.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....