Kenali Tanda Bahaya sejak Dini, Jangan Tunda ke IGD
- 13 Sep 2026 23:57 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Masyarakat perlu mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera di Instalasi Gawat Darurat. Keterlambatan membawa pasien ke IGD dapat memperbesar risiko perburukan kondisi.
Dokter Rumah Sakit Hermina Aceh, dr. Elly Anggia, menyebut sesak napas berat sebagai salah satu tanda kegawatdaruratan. Nyeri dada dengan gejala penyerta juga perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis. “Nyeri dada yang disertai pingsan, mual muntah, nyeri kepala berat, atau menjalar ke tangan kiri,” ujarnya dalam Dialog Asokaya Pro 4 Banda Aceh, Sabtu 5 September 2026.
Kondisi tersebut semakin perlu diwaspadai pada pasien dengan faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, penurunan kesadaran dan kejang menjadi tanda yang tidak boleh ditunda penanganannya.
Perdarahan yang sulit berhenti, seperti muntah darah atau buang air besar berdarah, juga perlu segera diperiksa. Cedera berat, terutama cedera kepala, termasuk kondisi yang sebaiknya langsung dibawa ke IGD.
Reaksi alergi yang disertai gangguan pernapasan juga membutuhkan penanganan darurat, demam tinggi juga dapat menjadi kondisi gawat apabila disertai penurunan kesadaran atau sesak napas. Nyeri kepala sangat berat dan kaku kuduk saat demam juga perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
dr. Elly mengatakan pasien dengan kondisi stabil dapat terlebih dahulu memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas atau klinik dapat melakukan pemeriksaan awal sebelum pasien diarahkan ke layanan spesialis. “Keluhan pasien yang cenderung stabil mungkin bisa berobat awal untuk screening di faskes primer,” katanya.
Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi pasien selama menunggu pelayanan. Ia juga meminta keluarga pasien tetap tenang saat mendampingi anggota keluarganya di IGD.
Informasi mengenai kondisi pasien harus disampaikan secara jelas agar membantu proses penilaian medis. “Kalau memang ada tanda-tanda kegawatdaruratan, segera bawa ke IGD sehingga tidak terjadi delay penanganan,” tutup dr. Elly.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....