Pengembangan Rapid Test Berbasis LFA Diperkuat di FKH USK

  • 01 Sep 2026 15:36 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Seminar dan Hands-on Workshop “Pembuatan Kit Diagnostik Cepat Berbasis Lateral Flow Assay (LFA) dengan Metode Half Strip Assay”, 1-2 September 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Badak Sumatera, FKH USK, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan teknologi diagnostik cepat.

Seminar dan workshop tersebut terlaksana atas kolaborasi FKH USK dengan PT Sciencewerke. Kegiatan seminar diikuti 104 peserta, terdiri atas 75 peserta dari luar Aceh dan 29 peserta dari Aceh, sedangkan sesi workshop diikuti 20 peserta.

Dekan FKH USK, Dr. drh. Nuzul Asmilia, M.Si., mengatakan penguasaan teknologi rapid diagnostic test berbasis LFA penting untuk mendukung pengembangan metode diagnostik yang cepat, sederhana, dan aplikatif. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan, khususnya dalam mendukung kebutuhan diagnostik veteriner.

“Penguasaan teknologi rapid diagnostic test berbasis Lateral Flow Assay sangat penting untuk mendukung pengembangan diagnostik yang cepat, sederhana, dan aplikatif. Kami berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik mulai dari preparasi bahan, analisis protein, konjugasi antibodi hingga penyusunan prototipe rapid test,” kata Nuzul, Selasa 1 September 2026.

Nuzul menilai pengembangan teknologi diagnostik tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, peneliti, dan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membawa hasil penelitian keluar dari ruang publikasi untuk dikembangkan menjadi inovasi dan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan PT Sciencewerke dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan jejaring antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, kerja sama semacam ini perlu terus diperluas untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus mendukung kemandirian Indonesia di bidang teknologi diagnostik.

Dalam seminar, peserta mendapatkan materi mengenai teori dan praktik analisis western blot yang digunakan dalam proses quality control antigen dan antibodi. Materi lainnya meliputi dasar-dasar LFA, konjugasi antibodi, produksi antibodi untuk LFA, serta tahapan pembuatan kit diagnostik menggunakan teknologi half strip assay.

Sejumlah pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dr. drh. Darnati, M.Si. dari FKH USK, Sony Susanto, Ph.D. dari PT Sciencewerke, serta Kurdianto, M.Si. dan M. Ali Warisman dari PT Indec Diagnostics. Para pemateri memberikan penguatan dari sisi akademik maupun praktik industri dalam pengembangan teknologi diagnostik cepat.

“Lateral Flow Assay merupakan platform berbasis kertas yang memungkinkan deteksi berbagai analit dalam sampel kompleks secara cepat. Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu sekitar 5 hingga 30 menit, dengan penggunaan yang relatif sederhana tanpa memerlukan perangkat pembaca tambahan,” terangnya.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai target, antara lain antibodi, antigen, asam nukleat, hingga bahan kimia tertentu. Keunggulannya terletak pada proses yang cepat, biaya yang relatif murah, mudah digunakan, serta memungkinkan pengembangan kit diagnostik yang lebih praktis.

“Melalui hands-on workshop, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar, tetapi juga mengikuti tahapan pengembangan rapid test berbasis LFA secara langsung. Proses tersebut mencakup preparasi bahan baku, analisis protein, konjugasi antibodi hingga penyusunan prototipe strip test,” ujarnya lagi.

FKH USK berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat menjadi modal bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan pelaku industri untuk mengembangkan kit diagnostik secara lebih mandiri. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk mendorong hasil riset menjadi produk yang dapat dikembangkan pada skala nasional.

Kegiatan seminar dan workshop ini menjadi momentum bagi FKH USK untuk memperkuat jejaring kolaborasi dengan peneliti dan dunia industri. Dari kerja sama tersebut diharapkan lahir inovasi teknologi diagnostik veteriner yang cepat, sederhana, aplikatif, dan mampu mendukung kemandirian produksi dalam negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....