RSUDZA Perkuat SDM Onkologi melalui Program Fellowship

  • 31 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh - RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang onkologi melalui program Fellowship Onkologi. Program tersebut ditandai dengan pelepasan peserta fellowship yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelayanan klinis secara terstruktur di RSUDZA.

Direktur RSUDZA, Muhazar, mengatakan selesainya pendidikan fellowship bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal tanggung jawab baru bagi peserta dalam menerapkan kompetensi yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat.

“Atas nama Direksi RSUD dr. Zainoel Abidin, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Fellowship Onkologi. Kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan pasien dan masyarakat,” ujar Muhazar dalam keterangan tertulis Humas RSUDZA, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, peserta fellowship sebelumnya telah berstatus dokter spesialis dan kemudian mendapat penguatan kompetensi melalui pendidikan serta pelayanan klinis di bidang onkologi.

Muhazar berharap kompetensi tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kanker, terutama di rumah sakit kabupaten dan kota di Aceh.

Ia juga mengapresiasi para dokter pendidik dan pembimbing klinis, pengelola pendidikan, tenaga kesehatan serta seluruh unit pelayanan yang mendukung pelaksanaan program fellowship.

“Pendidikan dokter dengan kompetensi lanjutan merupakan kerja bersama. Ada proses pembelajaran, supervisi klinis, penyediaan kasus, pengelolaan fasilitas, penjaminan mutu dan evaluasi kompetensi,” katanya.

Sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh, RSUDZA memiliki peran dalam pengembangan kompetensi tenaga medis, penelitian, inovasi dan peningkatan mutu pelayanan.

Muhazar mengatakan penguatan layanan kanker diperlukan karena Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.

Tantangan itu antara lain pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut, rendahnya pemahaman mengenai faktor risiko dan gejala awal kanker, keterbatasan layanan di daerah serta perlunya penguatan sistem rujukan.

Karena itu, alumni Fellowship Onkologi diharapkan dapat menjadi penggerak pelayanan kanker di daerah masing-masing. Peran tersebut mencakup penguatan deteksi dini, tata laksana awal, edukasi masyarakat hingga memastikan pasien memperoleh rujukan lanjutan secara tepat waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....