Bukan Cuma Gatal dan Bersin, Bahaya Alergi Anak Bisa Picu Stunting!

  • 27 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Alergi pada anak sering kali dianggap sebagai masalah ringan yang sekadar memicu gatal-gatal di kulit atau bersin-bersin. Dokter Hirsa Agriani, Sp.A, Anggota UK Alergi Imunologi IDAI Cab. Aceh mengatakan, kalau tidak mendapat penanganan yang tepat, alergi akan berdampak serius terhadap tumbuh kembang dan kualitas hidup anak.

“Sebenarnya alergi ini bukan cuma masalah gatal dan bersin-bersin. Tetapi karena kita berbicara di kancah anak yang harus selalu tumbuh dan berkembang, hal ini sangat krusial, karena ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak” jelasnya dalam dialog “Kupas Tuntas Alergi pada Anak” bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu, 27 Juni 2026.

Alergi timbul akibat reaksi berlebihan (hiperaktif) dari sistem imun terhadap zat/makanan yang sebenarnya tidak berbahaya. Faktor genetic dan faktor lingkungan serta metode persalinan menjadi pemicu terkena alergi. Pada faktor genetic (keturunan), jika salah satu orang memiliki riwayat alergi, peluang anak mewariskan bakat alergi sebesar 20-40%. Dan jika kedua orang tua memiliki alergi, risiko meningkat hingga 60-80%.

Kemudian, pada bayi yang lahir secara pervaginam, bakteri baik di jalan lahir membantu menurunkan respons imun pemicu alergi (T helper 2). Sedangkan yang lahir secara caesar kemungkinan mengalami risiko alergi lebih tinggi. Selain itu, pemberian ASI eksklusif dan menghindari paparan asap rokok juga penting dalam menekan risiko alergi.

Namun, dalam penanganan alergi, seringnya orang tua lebih suka mendiagnosis sendiri masalah alergi yang terjadi pada anaknya. Terdapat istilah overdiagnosis dan underdiagnosis. “Overdiagnosis terjadi akibat orangtua yang melakukan diagnosis mandiri dan melarang terlalu banyak jenis makanan tanpa konsultasi medis. Dampaknya, anak bisa kekurangan nutrisi, gizi buruk, hingga stunting,” tambahnya.

Kemudian, underdiagnosis, yaitu menganggap alergi sebagai hal yang lumrah tanpa penanganan yang layak dapat memicu peradangan kronis pada saluran cerna dan mengganggu penyerapan nutrisi. Jadi sebaiknya konsultasikan masalah kepada dokter ahli.

Ia juga membagikan penanganan alergi berdasarkan keparahannya. Untuk alergi berat dengan gejala sesak napas, penurunan tekanan darah, muntah hebat, hingga pingsan, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Sedangkan, pada alergi ringan berupa bentol atau batuk ringan, pertolongan pertama adalah dengan menjauhkan anak dari pemicu alergen, membasuh area yang terpapar dengan air mengalir, kompres dingin, oleskan soothing lotion, serta berikan antihistamin jika perlu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....