Preeklamsia Dapat Ganggu Pertumbuhan Janin

  • 25 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Preeklamsia tidak hanya membahayakan keselamatan ibu hamil, tetapi juga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan janin kekurangan suplai darah dan oksigen hingga meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Hermina Banda Aceh, dr. Shintya Habibie, Sp.OG., menjelaskan preeklamsia dapat mengganggu aliran darah dari ibu ke plasenta. Akibatnya, kebutuhan darah dan oksigen janin tidak terpenuhi secara optimal.

“Janin tidak akan mendapat suplai darah dan oksigen yang baik sehingga mengganggu pertumbuhan janin,” kata dr. Shintya dalam Dialog Asokaya RRI Banda Aceh, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Preeklamsia juga dapat menyebabkan berkurangnya cairan ketuban, meningkatkan risiko kelahiran prematur, serta berat badan lahir rendah.

Dalam kondisi yang berat, gangguan pada plasenta akibat preeklamsia bahkan dapat meningkatkan risiko kematian janin dalam kandungan. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin penting dilakukan untuk memantau kondisi ibu dan pertumbuhan janin.

Dr. Shintya mengatakan preeklamsia juga dapat menimbulkan komplikasi pada berbagai organ tubuh ibu, seperti otak, paru-paru, hati, dan ginjal.

Salah satu komplikasi serius adalah HELLP syndrome, yang berkaitan dengan kerusakan sel darah merah, peningkatan enzim hati, dan penurunan jumlah trombosit. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

Ia menjelaskan, penanganan preeklamsia bergantung pada tingkat keparahan kondisi serta kesehatan ibu dan janin. Jika tekanan darah dapat dikendalikan dan tidak ditemukan komplikasi berat, kehamilan dapat dipantau secara ketat hingga waktu persalinan yang dinilai aman.

Namun, jika preeklamsia disertai komplikasi berat seperti eklamsia atau HELLP syndrome, persalinan dapat dilakukan lebih awal meskipun usia kehamilan belum cukup bulan.

“Kalau belum cukup bulan dan sudah ada komplikasi seperti eklamsia atau HELLP syndrome, kita tidak menunggu sampai cukup bulan. Kita akan langsung mengakhiri kehamilannya,” ujarnya.

Dr. Shintya mengingatkan, preeklamsia juga dapat muncul setelah persalinan. Oleh karena itu, ibu tetap perlu memantau kondisi kesehatan selama masa nifas dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

Ibu hamil juga diminta segera memeriksakan diri jika mengalami sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, tekanan darah tinggi, atau gerakan janin berkurang.

“Pemeriksaan kesehatan yang rutin selama hamil sangat penting, terutama bagi ibu dengan faktor risiko,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....