Asal Minum Antibiotik saat Demam? Waspadai Bahaya Kekebalan Bakteri

  • 15 Agt 2026 22:17 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Ketika tubuh tiba-tiba terasa demam, lemas, tenggorokan perih, seringkali orang terburu-buru langsung mencari obat. Dalam kondisi ini, antibiotik paling sering jadi pilihan yang dibeli tanpa dan dikonsumsi tanpa resep dokter, karena dianggap asal minum antibiotik, pasti cepat sembuh.

Padahal, kebiasaan ini menyimpan bahaya yang mengancam kesehatan jangka panjang. Karena, tidak semua penyakit dipicu oleh kuman yang sama, dan mengobati infeksi virus dengan antibiotik adalah sebuah tindakan keliru yang berisiko tinggi.

Untuk mengetahui obat apa yang tepat, kita harus memahami lebih dulu meikroorganisme apa yang menyerang tubuh. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik, dan Infeksi, Prof. Dr. dr. Kurnia F. Jamil, M. Kes., SpPD., Subs.PTI(K).,FINASIM menjelaskan perbedaan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

“Demam yang disebabkan oleh virus biasanya muncul secara mendadak dengan suhu tinggi yang terus-menerus. Infeksi virus umumnya berlangsung kurang dari 7 hari,” ujarnya dalam dialog “Klinik Angkasa: Infeksi Virus dan Bakteri: Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya?" bersama Pro 2 Banda Aceh, Sabtu, 20 Juni 2026. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti influenza, DBD, Covid-19, hepatitis, dan HIV.

Sementara itu,infeksi bakteri ditandai dengan demam yang berlangsung lebih lama dan pada beberapa sejumlah kasus, suhu tubuh dapat naik turun. Gejala yang muncul juga dapat berfokus pada bagian tubuh atau organ tertentu. Contoh penyakit yang disebabkan bakteri adalah tipes, tuberculosis, serta infeksi saluran kemih.

Oleh karena itu, ketika dilanda sakit tidak boleh serta merta langsung minum antibiotik. Antibiotik dirancang khusus untuk membunuh atau menghentikan perkembangbiakan bakteri. Sementara, untuk infeksi virus, dokter akan memberikan obat antivirus sesuai dengan jenis dan kondisi penyakit yang dialami pasien.

Lantas, apa yang terjadi kalau seseorang mengonsumsi antibiotik saat terkena infeksi virus?

Nah, ketika antibiotik digunakan secara sembarangan, bakteri yang terdapat di dalam tubuh, termasuk bakteri baik, akan terpapar obat meskipun sebenarnya tidak membutuhkannya. Dalam jangka panjang, bakteri alami akan bermutasi dan beradaptasi sehingga menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotik tersebut.

Dampaknya baru dapat terasa ketika seseorang benar-benar mengalami infeksi bakteri. Antibiotik yang sebelumnya mungkin tidak lagi mampu melawan infeksi sehingga harus menggunakan obat lain yang lebih kuat atau memberikan perawatan lebih intensif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....