ASI dan Pengobatan Tuntas Bantu Cegah Penyakit Jantung Rematik pada Anak

  • 07 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Penyakit jantung rematik pada anak merupakan penyakit peradangan yang disebabkan oleh bakteri streptococcus. Penyakit ini muncul ketika infeksi tenggorokkan tidak diobati dengan tuntas dan mengakibatkan kerusakan pada katup jantung sebagai komplikasi dari demam rematik.

Pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pengobatan radang tenggorokan hingga tuntas menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit jantung rematik pada anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Kardiologi, Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A., Subsp.Kardio., mengatakan ASI mengandung antibodi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga risiko infeksi bakteri penyebab demam rematik dapat ditekan.

"Di dalam ASI terdapat banyak antibodi yang dapat menguatkan sistem imun anak. Anak yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga potensi mengalami demam rematik akut menjadi jauh lebih rendah," katanya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu 1 Agustus 2026.

Selain itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak menganggap batuk, pilek, dan radang tenggorokan sebagai penyakit ringan. Pengobatan yang tidak tuntas justru dapat meningkatkan risiko kerusakan katup jantung di kemudian hari.

Menurutnya, apabila kerusakan katup telah terjadi, pasien harus menjalani pengobatan jangka panjang bahkan pada kasus tertentu memerlukan operasi perbaikan atau penggantian katup jantung. "Kalau sudah terjadi kerusakan katup, penyembuhannya sulit. Bahkan bisa sampai harus mengganti katup atau melakukan operasi perbaikan katup. Itu yang harus kita cegah," ujarnya.

Prof. Herlina menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan ketika penyakit telah berkembang menjadi gagal jantung. "Mari kita menjaga anak-anak agar tetap sehat. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini, dan bila sudah sakit, pengobatannya harus dijalankan secara teratur. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....