Mengenal Autoimun, Si "Penyakit 1000 Wajah"

  • 19 Jul 2026 13:06 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Penyakit autoimun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan luar, justru menjadi overaktif dan menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh sendiri. Penyakit ini sering dijuluki sebagai “penyakit 1000 wajah” karena gejalanya yang sangat bervariasi, menyerupai penyakit lain, dan tidak sama pada setiap orang.

Dokter Muhammad Reza Febriliant, SpPD, K-AI, Konsultas Alergi Immunologi, mengungkapkan beberapa variasi gejala awal yang seing ditemukan, seperti kaku sendi di pagi hari. “Gejala-gejala penyakit autoimun ini tidak khas. Ada pasien yang datang mengeluhkan nyeri sendi di pagi hari, tapi siangnya nyeri sudah hilang, dan malam kembali nyeri,” ujarnya dalam dialog “Sering Lelah, Nyeri Sendi Berpindah, Rambut Rontok, Bisa Jadi Bukan Karena Kurang Vitamin” bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 6 Juni 2026.

“Gejala lain yang kerap diderita penderita autoimun seperti rambut rontok yang khas, yaitu rontok di beberapa bagian sehingga menyebabkan pitak-pitak di kepala,” tambahnya. Kemudian, sariawan yang tidak kunjung sembuh, urin yang mengeluarkan busa pekat dan tidak hilang bahkan setelah didiamkan selama 30 menit, dan juga sensitivitas kulit yang ekstrem, seperti kemerahan saat terkena sinar matahari atau tekstur kulit yang mengeras.

Ia menerangkan bahwa penyakit autoimun lebih banyak menyerang wanita usia produkif. “Hal ini karena dipengaruhi oleh fluktuasi hormonal. Namun, juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti genetic, kekurangan vitamin D, dan pola tidur buruk,” lanjutnya.

Bagi yang menderita autoimun, harus dipahami bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total, melainkan dikendalkan menuju kondisi remisi. Remisi adalah kondisi di mana gejala penyakit telah hilang dan sel imun yang overaktif nerhasil ditekan jumlahnya melalui bantuan obat-obatan.

Untuk menekan gejala atau mencegah keparahan autoimun, dr. Reza membagikan beberapa pola hidup sehat yang dapat diterapkan penderita autoimun:

  • Batasi Paparan Matahari Langsung, pada jenis autoimun tertentu seperti lupus, paparan sinar matahari justru memicu kulit merah. Gunakan sunscreen dan payung jika terpaksa keluar siang hari.
  • Kelola Stres, beban pikiran seperti depresi atau prasangka buruk memperparah peradangan dalam tubuh.
  • Istirahat yang Cukup, pastikan tidur cukup sebanyak 6-8 jam setiap malam untuk memberikan waktu bagi tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak.
  • Pola Makan yang Seimbang, tidak ada pantangan makanan yang kaku untuk autoimun, asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan, batasi asupan garam dan gula tinggi.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....