Kasus IMS Tinggi pada Laki-laki, Dipicu Minimnya Pemahaman Risiko
- 08 Apr 2026 13:15 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Kasus infeksi menular seksual (IMS) di Banda Aceh masih didominasi kelompok laki-laki usia produktif. Kondisi ini dipicu rendahnya pemahaman masyarakat terhadap risiko penularan penyakit tersebut.
Dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, dr. Arie Hidayati, M.Ked(DV), Sp.DVE, FINSDV, mengatakan sekitar 70 persen kasus IMS terjadi pada laki-laki, peningkatan ini salah satunya berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. “Kasus ini tinggi pada laki-laki, sekitar 70 persen, terutama pada usia produktif,” ujarnya Sabtu 4 April 2026.
Ia menjelaskan, penularan IMS terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit tersebut, banyak orang menganggap hubungan tertentu aman, padahal memiliki risiko penularan yang tinggi. Menurutnya, hubungan seksual yang tidak sesuai secara kesehatan meningkatkan risiko infeksi. Hal ini karena adanya paparan bakteri dan virus yang lebih besar pada area tertentu.
“Penularan terjadi karena tidak mengetahui penyakit dan dampaknya, sehingga dianggap aman, risiko penularan infeksi lebih tinggi karena terjadi pada tempat yang banyak bakteri,” ujarnya.
Selain itu, penularan IMS juga dapat terjadi melalui kontak oral. Hal ini menunjukkan bahwa risiko tidak hanya terbatas pada satu jenis hubungan saja.
Ia menegaskan, satu kali hubungan berisiko sudah cukup untuk menularkan berbagai jenis penyakit sekaligus. Penyakit yang ditularkan tidak hanya satu, melainkan bisa berupa kombinasi virus dan bakteri.
Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya IMS, edukasi dan perubahan perilaku dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penularan di masyarakat. “Walaupun hanya sekali, tetap berisiko menularkan berbagai penyakit infeksi,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....