Menjaga Massa Otot adalah Kunci agar Tidak Cepat "Jompo"
- 07 Apr 2026 10:06 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami proses alami yang disebut sarcopenia, yaitu penyusutan massa otot secara berahap. Kehilangan otot bukan sekadar masalah penampilan, namun juga berkaitan dengan keadaan kesehatan seseorang.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Wilayah Aceh, Dokter Fiona D Amelia, SpGK, AIFO-K mengatakan bahwa memasuki usia 30 tahun, setiap 10 tahunnya otot manusia menurun sebanyak 8 persen. “Konsekuensi penurunan massa otot ini adalah terlihat lebih tua dari pada usia biologisnya dan metabolisme melambat,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 28 Maret 2026.
Selain itu, penurunan massa otot juga menyebabkan seseorang lebih ringkih dan jompo. Kebugaran tubuh menurun drastis ditandai dengan kesulitan melakukan aktivitas harian, mudah lelah dan sering sakit-sakitan.
Lebih lanjut, dokter Fiona mengatakan bahwa dalam mempertahankan massa otot adalah dengan rutin melakukan olahraga dan memperbaiki nutrisi.
- Olahraga. Melakukan olahraga tidak harus pergi ke gym atau lari marathon. Anda bisa mulai dengan latihan mandiri seperti melakukan gerakan push-up atau squat di sela-sela waktu istirahat, jalan cepat (brisk walking), dan tentunya harus dilakukan secara konsisten.
- Asupan Nutrisi. Selain Olahraga, asupan nutrisi memegang peranan penting sebagai bahan baku pembentuk otot. Protein perlu ditambahkan dalam setiap porsi makan, baik protein yang bersumber dari sumber hewani maupun nabati. Protein berfungsi memperbaiki jaringan otot yang rusak seelah beraktivitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....