Green Nefrologi Dorong Layanan Ginjal Ramah Lingkungan

  • 18 Mar 2026 00:53 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Praktik layanan kesehatan bagi pasien ginjal kini mulai diarahkan agar lebih ramah lingkungan melalui konsep green nefrologi atau nefrologi berkelanjutan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD, KGH, FINASIM, dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu 14 Maret 2026, menjelaskan bahwa konsep ini merupakan gerakan global yang mendorong pelayanan penyakit ginjal tetap berkualitas sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Menurutnya, pelayanan cuci darah atau hemodialisis menghasilkan konsumsi energi, air, serta limbah medis yang cukup besar. Dalam satu tindakan dialisis selama empat hingga lima jam, mesin dapat menggunakan sekitar 200 hingga 250 liter air.

Selain itu, limbah medis berupa plastik dari selang, botol infus, hingga alat dialisis juga cukup signifikan. Dalam satu tahun, seorang pasien dapat menghasilkan sekitar 35 hingga 50 kilogram limbah plastik dari tindakan perawatan ginjal.

Di sisi lain, tindakan cuci darah juga menghasilkan jejak karbon yang tinggi. Emisi karbon dari proses pelayanan pasien ginjal diperkirakan dapat mencapai 7 hingga 10 ton karbon dioksida per pasien setiap tahun.

Karena itu, konsep green nefrologi mendorong berbagai upaya efisiensi di fasilitas kesehatan. Rumah sakit dapat mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan teknologi daur ulang air dialisis, pemanfaatan mesin hemat energi, hingga penggunaan energi terbarukan seperti panel surya.

Selain itu, pengurangan penggunaan kertas melalui sistem digital (paperless) serta optimalisasi penggunaan alat medis juga menjadi bagian dari langkah efisiensi.

Maimun menegaskan, langkah paling penting dalam konsep ini adalah pencegahan penyakit ginjal agar jumlah pasien yang memerlukan cuci darah dapat ditekan.

“Penyakit yang paling sering menyebabkan gagal ginjal adalah diabetes dan hipertensi. Karena itu, pengendalian kedua penyakit tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari layanan medis,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....