Hipotensi Dipicu Genetik Hingga Kelelahan, Warga Waspada
- 31 Jan 2026 20:21 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Dokter umum UPTD Puskesmas Sukakarya Sabang menyebut tekanan darah rendah atau hipotensi dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik bawaan maupun kondisi tertentu. Masyarakat diminta memahami penyebab dan penanganan agar tidak berdampak pada aktivitas harian.
Dokter umum UPTD Puskesmas Sukakarya Sabang, dr. Jevo Rifan Sandiqta, menjelaskan faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama hipotensi. Selain itu, tekanan darah rendah juga dapat muncul akibat penyakit lain yang menyertai.
“Hipotensi atau darah rendah itu ada beberapa faktor penyebabnya, yang pertama faktor genetik atau bawaan. Faktor kelelahan juga sering memicu terjadinya penurunan tekanan darah,” kata dr. Jevo, Sabtu (31/01/2026).

dr. Jevo Rifan Sandigta yang bertugas sebagai dokter umum di Puskesmas Sukakarya Sabang.
Menurutnya, kekurangan hemoglobin atau HB dapat menyebabkan berkurangnya plasma darah sehingga memicu hipotensi. Kondisi ini kerap dialami pada individu dengan pola makan tidak seimbang atau kelelahan berlebih.
“Bila tidak ada kuatnya pernapasan, tubuh akan kekurangan oksigen dan itu juga bisa menyebabkan hipotensi. Kekurangan oksigen disebut menjadi salah satu faktor tambahan terjadinya darah rendah,” ujarnya.
Ia menjelaskan gejala hipotensi umumnya berupa pusing, lemas, mudah lelah, dan rasa tidak bertenaga. Namun, bagi individu yang sejak awal memiliki tekanan darah rendah secara bawaan, kondisi tersebut tidak selalu memerlukan pengobatan khusus.
Untuk penanganan, dr. Jevo menyarankan peningkatan asupan cairan dan istirahat cukup. Konsumsi makanan berprotein, vitamin penambah darah, serta tidur minimal tujuh jam per hari dinilai penting.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan hingga sekitar tiga liter air per hari. Langkah tersebut dinilai efektif membantu menjaga volume plasma darah dan mencegah terjadinya hipotensi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....