Mengenali Ancaman Kesehatan Anak di Wilayah Bencana
- 05 Jan 2026 18:09 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh bukan hanya merusak infrastruktur, tapi juga menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama bagi anak-anak. Dokter Zaki Akbar, Sp.A, Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Cabang Aceh mengatakan bahwa banyak permasalahan kesehatan yang timbul pada kondisi bencana pada anak-anak.
“Penyakit-penyakit yang mengikuti kondisi bencana, yang paling sering adalah penyakit yang berkaitan dengan sanitasi, seperti diare, yang dialami hampir dialami oleh 50 persen anak-anak di wilayah bencana, karena sulitnya akses ke sumber air bersih,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).
Kemudian infeksi pernafasan akut. Anak-anak mengalami sesak, batuk pilek, dan masalah pernafasan lainnya, karena pasca banjir lingkungan menjadi sangat kotor dan berdebu. Kemudian penyakit kulit juga paling sering ditemui di lokasi bencana, seperti infeksi jamur dan biang keringat.
“Tidak hanya itu, termasuk risiko terkena penyakit yang mudah menular seperti campak dan polio, yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin, namun dalam keadaan darurat penyakit ini bisa timbul,” lanjutnya.
Tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, bencana juga mempengaruhi kondisi mental anak-anak. Trauma akibat melihat bencana secara langsung, hingga terpisah dari anggota keluarga kecemasan dan depresi pada anak. Terkait hal ini, ia menilai perlu adanya pemantauan tumbuh kembang anak, serta tindakan trauma healing melalui aktivitas bermain dan menggambar di tenda pengungsian untuk mengalihkan trauma.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....