Melawan HIV/AIDS dengan Deteksi Dini dan Pengobatan ARV
- 03 Jan 2026 12:35 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar di seluruh dunia. Secara global, data menunjukkan sekitar 40,8 juta orang hidup dengan HIV (ODHIV). Di Indonesia sendiri, penyebaran terus dipantau, termasuk di Provinsi Aceh yang mencapai angka 200.000 kasus orang dengan HIV.
Angka kematian akibat HIV juga tergolong tinggi, yaitu bisa mencapai 630.000 orang meninggal akibat penyakit ini. Dokter Masra Lena Siregar, SpPD-KPTI, FINASIM, selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultam Penyakit Tropik Infeksi, mengatakan bahwa dengan perkembangan medis terkini, pengidap HIV/AIDS memiliki harapan hidup yang lebih baik, dengan ditemukannya Anti-Retroviral (ARV).
“Mungkin kalau dulu orang menganggap bahwa HIV ini adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, sejak ditemukan Anti-Retroviral (ARV), angka harapan hidup orang yang mengalami HIV menjadi lebih baik dengan menggunakan obat ini. Jadi, mereka bisa bertahan hidup lebih lama,” ujarnya dalam dialog Bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, obat ARV ini disediakan gratis oleh pemerintah di berbagai fasilitas Kesehatan. Menurutnya, pasien HIV dapat hidup normal selama mereka menjalani pengobatan rutin seumur hidup.
“Dilihat dari segi penularan, HIV/AIDS bisa menular lewat cairan tubuh, seperti dari darah, sperma, cairan vagina, dan bayi dalam kandungan dapat tertular virus HIV melalui darah dan air susu ibunya,” tambahnya.
Deteksi dini sangat diutamakan bagi kelompok dengan factor resiko tinggi, seperti pengguna narkoba suntik, perilaku seks berisiko, atau tenaga medis yang terpapar. Sementara itu, stigma negative Masyarakat yang menganggap HIV sebagai “penyakit kutukan” masih menjadi hambatan utama pasien untuk mencari pengobatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....