Perbedaan Gatal, Batuk, Bersin, Karena Alergi atau Infeksi

  • 20 Des 2025 09:38 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kita sering menganggap gejala bersin di pagi hari atau gatal setelah makan sesuatu merupakan reaksi alergi biasa. Namun, jika gejala ini berlangsung terus menerus dan tidak membaik meski sudah minum obat, bisa jadi ini merupakan pertanda gangguan sistem imun yang lebih serius.

Dokter M. Reza Febriliant, SpPD-KAI menjelaskan perbedaan alergi dan penurunan sistem imun. “Alergi merupakan reaksi berlebihan tubuh saat mengghirup udara berdebu, mengkonsumsi sesuatu, seperti kacang dan makanan laut. Sedangkan penurunan imun, imun seseorang akan melemah seperti pada orang-orang yang kena HIV, lupus dan penyakit autoimun. Jadi sistem imunnya tidak bisa menghandle berbagai infeksi yang terjadi dalam tubuh,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (22/11/2025).

Batuk alergi biasanya tidak disertai demam, sering muncul di waktu tertentu seperti malam atau subuh, dan lendirnya cenderung bening. Sementara, batuk infeksi yang disebabkan oleh virus/bakteri, batuknya disertai demam, bisa terjadi kapan saja, dan lendir atau dahaknya berwarna kuning atau hijau.

Gejala seperti gatal, bersin, dan batuk seringkali sulit sembuh karena pemicunya tidak dihindari. Pemicu seperti tungau debu atau AC yang kotor tidak dibersihkan, maka gejala akan terus muncul. “Gejala dianggap ringan jika muncul jarang, misalnya 2 bulan sekali. Namun, dianggap berat/serius jika muncul setiap hari dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Untuk mengatasi alergi yang berat, dikenal prosedur Skin Prick Test (SPT) untuk mencari pemicu pastinya, serta imunoterapi untuk melatih tubuh agar tidak lagi sensitive terhadap alergen tertentu. Namun, dokter Reza memberikan peringatan keras mengenai penggunaan obar steroid (seperti Dexamethasone atau Methylprednisolone) secara sembarangan.

Menurutnya, banyak pasien yang membeli obat steroid di apotek tanpa resep karena efek penyembuhannya cepat. Padahal, penggunaan jangka panjang tanpa kontrol dokter dapat menyebabkan pengeroposan tulang, mengganggu produksi hormon alami tubuh, serta kenaikan berat badan yang tidak sehat dan moon face.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....