IDAI Siapkan Masker-Imunisasi Lindungi Anak Pasca Bencana
- 14 Des 2025 21:31 WIB
- Sabang
KBRN, Banda Aceh: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh menyiapkan sejumlah langkah pencegahan guna melindungi kesehatan anak-anak di wilayah terdampak banjir dan bencana alam lainnya di Aceh. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit menular yang kerap muncul pascabencana.
Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh sekaligus Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Aceh, dr. Zaki Akbar, Sp.A, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025), mengatakan pihaknya mendorong pendistribusian masker di daerah terdampak guna mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak.
“Lingkungan pascabanjir umumnya sangat kotor dan berdebu. Anak-anak rentan menghirup debu sehingga berisiko mengalami gangguan pernapasan. Karena itu, masker menjadi salah satu kebutuhan penting,” ujar dr. Zaki.
Selain ISPA, penyakit kulit juga menjadi perhatian serius akibat buruknya sanitasi dan keterbatasan akses air bersih di lokasi pengungsian. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memperparah masalah kesehatan anak jika tidak ditangani sejak dini.
IDAI Aceh juga mewaspadai potensi berkembangnya penyakit menular di lingkungan pengungsian, seperti campak. Untuk itu, pihaknya tengah mempersiapkan program imunisasi agar penyakit yang seharusnya dapat dicegah tidak kembali merebak.
“Pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa ketika cakupan imunisasi menurun, terjadi peningkatan signifikan penyakit seperti campak, difteri, tetanus, dan pertusis. Ini jangan sampai terulang pascabencana,” jelasnya.
Terkait jenis bencana yang paling berisiko bagi kesehatan anak, dr. Zaki menyebut Aceh merupakan wilayah rawan bencana dengan pengalaman panjang, mulai dari tsunami, gempa bumi, hingga banjir. Seluruh jenis bencana tersebut, menurutnya, hampir selalu berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak.
“Kurangnya air bersih, udara tercemar, serta kondisi lingkungan yang tidak sehat menyebabkan ISPA dan penyakit kulit menjadi masalah umum. Selain itu, dampak psikologis dan trauma pada anak juga tidak kalah penting untuk diperhatikan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....