Menguak Fungsi Otot Betis Sebagai “Jantung Kedua”
- 12 Des 2025 10:12 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Ketika berbicara mengenai organ yang memompa darah ke seluruh tubuh, pasti kita langsung terbayang organ jantung. Memang, jantung merupakan organ utama yang memompa darah, namun, ada organ lain yang berfungsi sebagai “pompa kedua”, yaitu otot betis yang menjadi pendukung fungsi jantung utama.
Dokter Sri Murdiati, Sp.JP(K), FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan pentingnya pompa/jantung kedua ini. “Otot betis berfungsi memompa aliran darah dari kaki ke atas, melawan gravitasi bumi untuk kembali ke sirkulasi jantung,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu (8/11/2025).
| Baca juga: Olahraga Aman untuk Usia 30 Tahun ke Atas |
Kelemahan pada otot betis akan mempengaruhi kesehatan jantung. “Pada kasus tertentu, seperti pada pasien stroke, rawat tirah baring (bed rest) baik karena sakit sesaat atau sakit lama, maka kelemahan dari otot betis akan mempengaruhi kesehatan jantung. Pasien akan terllihat cepat capek dan lelah,” tambahnya.
Secara teknis, darah dari kaki yang dipompa oleh betis yaitu darah vena, masuk ke serambi kanan jantung, kemudian ke bilik kanan, lalu melewati katup untuk masuk ke patu-paru guna dibersihkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikembalikan lagi ke jantung.
Ketika fungsi pompa betis terganggu, resiko terbentuknya bekuan darah (trombosis) meningkat. Trombosis di kaki sangat berbahaya karena bekuan darah ini bisa mempengaruhi paru-paru, dan ini adalah komplikasi yang memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Selain itu, gangguan aliran darah di kaki juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah di otak yang dapat menyebabkan stroke.
Gejala paling ringan thrombosis adalah kram saat berjalan. Kemudian gejala yang lebih serius berupa kram saat berristirahat. Dan gejala yang parah menyebabkan kaki menghitam atau nyeri hebat yang dapat menyebakan kehilangan anggota gerak bawah.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyumbatan aliran darah kaki berupa melakukan gerakan kecil seperti berjalan kaki atau jalan santai selama 30 menit sehari. Kemudian, usahakan tidak diam dalam satu posisi selama berjam-jam, seperti di depan laptop saja, sesekali beri jeda untuk melakukan gerakan kaki seperti menghentakkan kaki atau menggerakkan jari kaki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....